Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UMKM Butuh Pasar yang Lebih Adil di Platform Loka Pasar

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 01:25 WIB | Oleh: Tim Redaksi
UMKM Butuh Pasar yang Lebih Adil di Platform Loka Pasar Doc: istimewa

Pemasaran Produk - Jika Biaya Platform Semakin Mahal, Pengguna Akan Menaikkan Harga Jual

Regulasi yang tepat dari pemerintah dapat membuat kepastian hubungan bisnis yang saling menguntungkan bagi UMKM dan platform digital seperti e-commerce.

JAKARTA - Pemerintah sebagai regulator diharapkan menciptakan kondisi pasar yang berkeadilan atau fairness market terutama kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memasarkan produknya di kanal digital khususnya di platform Loka Pasar atau e-commerce.

Peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi mengatakan pasar digital tidak boleh didominasi segelintir pemain besar dengan skema predatory pricing atau bakar uang besar-besaran yang mematikan pemain kecil.

“Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) harus melakukan pengawasan mekanisme e-commerce secara ketat,” tegasnya.

Kendati demikian, dia mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu banyak intervensi dengan pembatasan.

“Jika pemerintah terlalu banyak intervensi melakukan pembatasan ini itu agaknya percuma, akan menjadi beban birokrasi seakan ‘usaha di Indonesia harus besar’,” kata Hafidz.

Ia menilai, pembatasan berlebihan justru kontraproduktif.

“Karena nyatanya, pengusaha besar bisa memecah usahanya menjadi UMKM. Sebaliknya, UMKM tak bisa tumbuh menjadi besar.” Dia pun menyarankan, intervensi pemerintah sebaiknya diarahkan ke sisi UMKM dengan memberikan berbagai insentif agar tumbuh.

Bukan membatasi peran pemain besar secara berlebihan.

“Intervensi lebih pada sisi UMKM dengan memberikan berbagai insentif agar tumbuh, bukan membatasi peran pemain besar berlebihan yang nantinya jadi bumerang yang menghambat UMKM berkembang,”ungkapnya.

Kalau pun Pemerintah masih ingin mengintervensi marketplace harus ada batasannya.

Alih-alih membatasi pemain besar, intervensi yang berlebihan justru berisiko jadi bumerang dan menghambat UMKM berkembang.

“Pada dasarnya marketplace memiliki logika pasarnya sendiri. Harga yang ditawarkan akan sebanding dengan value yang ditawarkan,” kata Hafidz.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bongkar Si...
Megapolitan
BMKG: Hujan Buatan Tak Bisa...
MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.