Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo Temukan Cara Alami Pengawetan Ikan dengan Ekstrak Kunyit

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo Temukan Cara Alami Pengawetan Ikan dengan Ekstrak Kunyit Doc: ANTARA
Ket. Peneliti sekaligus Ketua Jurusan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo Dr Rita Marsuci Harmain.

GORONTALO – Peneliti Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan penggunaan ekstrak kunyit (Curcuma domestica) sebagai pengawet alami yang efektif untuk mempertahankan kesegaran ikan segar, khususnya ikan beloso.

"Ekstrak kunyit dapat menjadi pengawet alami untuk ikan beloso segar, dengan masa simpan hingga 24 jam pada suhu ruang," kata peneliti sekaligus Ketua Jurusan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo, Rita Marsuci Harmain, di Gorontalo, Senin (12/5).

Ia mengatakan penggunaan ekstrak kunyit berpotensi sebagai pengawet alami untuk mempertahankan kesegaran ikan.

Penelitian ini mengevaluasi pemanfaatan kunyit sebagai solusi praktis bagi nelayan dan pedagang kecil yang memiliki keterbatasan akses terhadap es batu atau listrik.

Kandungan senyawa aktif dalam kunyit, terutama kurkumin dan fenol, berperan sebagai agen anti bakteri yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme perusak, seperti salmonella, ecoli, dan staphylococcus dengan cara merusak dinding sel bakteri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi ekstrak kunyit antara 15 persen hingga 30 persen, memberikan hasil optimal dalam menjaga mutu ikan.

Beberapa temuan utama dari penelitian ini, meliputi penggunaan kunyit mampu menjaga parameter fisik ikan tanpa merusak rasa asli.

Aroma khas kunyit membantu menetralkan bau amis, sementara kandungan kurkumin memberikan pigmentasi kuning yang membuat tampilan ikan menjadi lebih cerah dan menarik.

Terjadi penurunan nilai pH sebesar 5,72 persen selama masa penyimpanan, yang mengindikasikan kestabilan kondisi asam-basa ikan dalam menghambat pembusukan.

Hasil pengujian menunjukkan penurunan jumlah koloni mikrobiologi secara signifikan pada ikan yang direndam ekstrak kunyit, dibandingkan dengan kontrol, bahkan setelah penyimpanan selama 24 jam.

Peneliti menyimpulkan metode perendaman dengan ekstrak kunyit sangat aplikatif bagi industri perikanan skala kecil karena bahannya mudah didapat, ekonomis, dan 100 persen aman dikonsumsi.

Selain itu, penggunaan kunyit memberikan nilai tambah pada cita rasa ikan saat diolah lebih lanjut, baik dengan cara digoreng maupun dibakar.

Inovasi ini diharapkan dapat diterapkan secara luas pada berbagai jenis ikan, baik ikan laut maupun ikan air tawar, sebagai alternatif pengawetan mandiri yang berbasis tanaman herbal lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.