Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belanja Modal Kalsel Naik 65,21 Persen di Triwulan I 2026, Fokus Percepatan Infrastruktur

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 03:05 WIB | Oleh:
Belanja Modal Kalsel Naik 65,21 Persen di Triwulan I 2026, Fokus Percepatan Infrastruktur Doc: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang
Ket. Kepala Kanwil DJPb Kalsel Catur Ariyanto Widodo di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN - Pemerintah daerah di Provinsi Kalimantan Selatan mulai memacu akselerasi proyek infrastruktur dan investasi publik pada awal tahun anggaran 2026. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan menyebut pemerintah daerah di provinsi itu mulai mempercepat proyek infrastruktur dan investasi publik yang ditandai lonjakan realisasi belanja modal sebesar 65,21 persen pada triwulan I 2026.

Kepala Kanwil DJPb Kalsel Catur Ariyanto Widodo di Banjarmasin, Senin, mengatakan percepatan tersebut terlihat dari mulai meningkatnya eksekusi proyek-proyek pembangunan daerah sejak awal tahun anggaran, meskipun secara total pertumbuhan belanja daerah masih melambat dibandingkan periode sebelumnya.

“Kenaikan signifikan belanja modal 65,21 persen secara tahunan, menjadi indikator utama akselerasi pembangunan karena belanja tersebut berkaitan langsung dengan pelaksanaan proyek infrastruktur, pengadaan aset pemerintah, dan investasi publik di daerah,” ujarnya.

Hingga triwulan I 2026, ia merinci realisasi belanja daerah di Kalimantan Selatan mencapai Rp5,59 triliun atau 13,66 persen dari total pagu anggaran, sedangkan pendapatan daerah terealisasi Rp7,45 triliun atau 23,68 persen dari target.

Catur menilai percepatan realisasi belanja modal pada awal tahun diharapkan dapat menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi regional pada kuartal berikutnya melalui peningkatan aktivitas pembangunan dan perputaran ekonomi di daerah.

Selain itu, realisasi Belanja Negara tercatat sebesar Rp7,39 triliun, sementara Belanja Pemerintah Pusat (BPP) menjadi motor utama penggerak fiskal dengan realisasi Rp1,97 triliun atau tumbuh 28,73 persen, serta penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebagai kontributor terbesar dengan nilai Rp5,43 triliun.

Pada sisi penerimaan, pendapatan negara di Kalimantan Selatan hingga akhir Maret 2026 terkumpul sebesar Rp2,18 triliun atau 7,42 persen dari target tahunan dan masih tumbuh 5,08 persen secara nominal dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Ia menambahkan penerimaan perpajakan sempat mengalami tekanan dengan kontraksi 4,31 persen secara tahunan akibat tingginya restitusi pajak dan pengaruh kebijakan realisasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada awal tahun anggaran.

“Di tengah dinamika itu, defisit regional Kalimantan Selatan tercatat sebesar Rp5,21 triliun yang mencerminkan peran APBN sebagai instrumen countercyclical untuk menjaga daya dorong ekonomi daerah pada awal tahun melalui penguatan belanja pemerintah dan investasi publik,” ujar Catur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
Asosiasi Ojol Tolak Status ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.