Bulu Tangkis Masuki Era Baru, BWF Siapkan Perubahan Besar
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 06:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraHONG KONG - Cabang olahraga bulu tangkis tengah memasuki fase perubahan besar. Mulai dari penggunaan shuttlecock sintetis, sistem skor yang lebih singkat, hingga hadirnya generasi baru pemain dunia disebut menjadi bagian dari “evolusi” olahraga ini agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Sekretaris Jenderal Badminton World Federation (BWF), Thomas Lund, menegaskan bahwa bulu tangkis tidak boleh berhenti berinovasi jika ingin terus berkembang dan menarik minat generasi baru penggemar.
“Olahraga ini tidak bisa diam di tempat,” ujar Lund kepada AFP di Hong Kong.
Salah satu perubahan besar yang akan diterapkan adalah revisi sistem skor mulai Januari 2027. Jika selama ini pertandingan dimainkan dengan format best of three games hingga 21 poin, nantinya setiap gim hanya akan dimainkan sampai 15 poin.
Keputusan tersebut menuai kritik dari kalangan tradisionalis yang menilai perubahan itu dapat mengubah karakter permainan. Namun, Lund menegaskan bahwa langkah tersebut lebih merupakan penyesuaian kecil ketimbang revolusi total.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya melihat sebagian besar suara skeptis berasal dari mereka yang khawatir olahraga ini berubah,” kata Lund.
“Padahal ini lebih merupakan penyempurnaan pada aspek olahraga dan sistem penilaian. Perubahan ini tetap sejalan dengan DNA permainan bulu tangkis modern dan bagaimana olahraga ini berkembang,” lanjutnya.
Menurut Lund, format baru juga mempertimbangkan aspek kebugaran dan pemulihan atlet, sekaligus membuat pertandingan lebih menarik bagi penonton dan pemegang hak siar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain perubahan skor, BWF juga mulai menguji penggunaan shuttlecock sintetis di sejumlah turnamen level bawah dan junior internasional. Langkah itu diambil menyusul meningkatnya biaya produksi serta keterbatasan pasokan bulu angsa dan bebek yang selama ini menjadi bahan utama shuttlecock tradisional.
Lund menyebut pengembangan shuttlecock sintetis akan dilakukan secara bertahap sebelum kemungkinan diterapkan di level elite.
“Kami berharap suatu hari nanti akan ada shuttlecock sintetis berkualitas tinggi yang dapat digunakan semakin luas di turnamen besar dan kejuaraan utama,” ujarnya.
Menurut BWF, penggunaan shuttlecock sintetis juga diharapkan membuat olahraga bulu tangkis lebih terjangkau di level akar rumput. Federasi tersebut memperkirakan lebih dari 300 juta orang memainkan bulu tangkis di seluruh dunia.
Di sisi lain, bulu tangkis juga tengah memasuki era regenerasi setelah sejumlah bintang besar memutuskan pensiun. Peraih dua medali emas Olimpiade asal Denmark, Viktor Axelsen, resmi gantung raket pada usia 32 tahun. Sebelumnya, juara Olimpiade 2016 asal Spanyol, Carolina Marin, juga meninggalkan dunia bulu tangkis setelah lama bergelut dengan cedera lutut.
Beberapa tahun sebelumnya, rivalitas legendaris antara Lin Dan dan Lee Chong Wei menjadi magnet besar yang melampaui popularitas olahraga itu sendiri hingga keduanya mengakhiri era persaingan pada 2018.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!