Tanpa Transisi, Krisis Energi Global Terus jadi Ancaman Berulang ke Fiskal dan Rupiah
📅 Kamis, 07 Mei 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiKetergantungan tinggi pada impor minyak serta letak geografis di jalur pelayaran vital dunia menjadi faktor utama kerawanan tersebut. “Indonesia sangat rentan secara ekonomi dan energi akibat kebergantungan impor minyak dan posisinya yang berada di jalur pelayaran global yang vital,” kata Esther.
Selain membengkaknya subsidi energi dalam APBN, kerentanan juga dari sisi inflasi dan melemahnya rupiah. Kenaikan biaya energi dan logistik global secara otomatis memicu kenaikan harga barang di dalam negeri. “Inflasi naik, dan nilai tukar rupiah ikut tertekan karena kebutuhan dollar untuk impor energi melonjak,” tambahnya.
Untuk keluar dari tekanan eksternal, Esther mendorong agar pemerintah serius dan masif melakukan transisi energi.
Diminta pada waktu lain, pengamat ekonomi Salamudin Daeng menilai, Indonesia termasuk negara rentan namun sekaligus punya modal besar untuk beralih, meski implementasinya masih banyak hambatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia jelasnya sudah memiliki peta jalan transisi energi yang cukup bagus. Namun pelaksanaannya masih tersendat karena banyak hambatan, baik dari dalam maupun luar pemerintahan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!