Sheila On 7 Rilis Single Baru: Sindiran Halus untuk Mereka yang Budak Keinginan
📅 Kamis, 07 Mei 2026, 02:05 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Grup musik legendaris asal Yogyakarta, Sheila On 7, kembali menyapa pencinta musik tanah air melalui rilisan single terbaru mereka yang bertajuk "Sederhana".
Dalam karya teranyarnya ini, band yang digawangi Duta Modjo, Erros Candra, dan Adam Subarkah tersebut mencoba membedah filosofi antara kebutuhan dan keinginan dalam menjalani kehidupan. Berangkat dari refleksi mendalam selama masa pandemi COVID-19, Sheila On 7 mengajak pendengarnya untuk kembali menilik porsi kebahagiaan masing-masing tanpa harus terjebak dalam pusaran tren yang semu pada Rabu (6/5/2026).
"Pasti, karena hidup ini kan proses belajar, kami beruntung karena tidak hanya dari berusaha belajar, tapi kebetulan lingkungan di sekitar itu juga sangat beruntung untuk menjalankan kehidupan seperti ini," katanya.
Dia mengungkapkan bahwa ketika merilis album Pejantan Tangguh tahun 2004, Sheila On 7 lebih mengutamakan keinginan untuk tampil mengikuti musisi-musisi yang sedang banyak mereka dengarkan karyanya.
"Itu adalah album Sheila On 7 yang termasuk oke ya, tapi kurang oke dari sisi penjualan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tapi secara pencapaian, keinginan sebagai seorang musisi, merasa kami sampai di masa itu. Berarti dalam musik Sheila On 7 waktu itu kami cukup egois karena tidak memikirkan pendengarnya juga," ia menambahkan.
Duta juga bercerita tentang gitaris Erros Candra dan keinginannya untuk mengeksplorasi gitar.
"Misal kayak Erros, dia mungkin tidak terlalu royal untuk beli pakaian, tapi kalau gitar, sebenarnya harganya tidak sederhana. Tapi dia gitaris, pasti ingin memberikan yang terbaik untuk penggemarnya, dia juga harus mengeksplorasi terus suara gitar, dia beli alat baru, itu mungkin kebutuhan," ia mengatakan.
Erros mengatakan bahwa lagu "Sederhana" terinspirasi dari apa yang dia rasakan pada masa pandemi COVID-19, yang membuat musisi tidak bisa bebas tampil langsung di hadapan penggemar.
Kondisi itu membuat dia menyadari bahwa ternyata beberapa dari koleksi alat musiknya hanya dibeli karena ingin mengikuti tren.
"Tapi ketika trennya sudah habis, ya sudah ini cuma jadi sekadar barang saja," katanya.
"Tapi memang ada beberapa barang yang itu tidak termakan tren. Jadi selain dipakai buat kerja juga, tapi juga investasi juga," ia menambahkan.
Erros mengemukakan pentingnya menyadari kebutuhan dan keinginan serta menjalani hidup sesuai dengan porsi dengan bahagia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!