Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengebom Siluman Strategis Tiongkok Xi'an H-20, Misteri yang Masih Menyelimuti

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 07:36 WIB | Oleh:

Pemadaman Informasi Menandakan Penundaan?

Pada tahun 2025, terjadi pemadaman informasi mengenai H-20, dengan hampir tidak ada laporan tentang status program tersebut.

Menurut pengamat PLA, hal ini semakin aneh, mengingat banyaknya pengumuman dari tahun 2024 hingga saat ini mengenai program pesawat taktis seperti Shenyang J-35 dan Chengdu J-36, pesawat tempur generasi ke-6 tanpa ekor.

Di sisi lain, militer dan dinas intelijen AS juga tidak terlalu memperhatikan program tersebut. Beberapa pihak dalam analisis teknis dan industri di komunitas AS berpendapat bahwa kurangnya informasi menunjukkan kekurangan yang sulit diatasi oleh tim perancang Xi'an.

Secara keseluruhan, beberapa pakar AS percaya bahwa pesawat ini tidak akan beroperasi hingga tahun 2030-an. Pada saat itu, akan ada sejumlah besar pesawat B-21 yang beroperasi di AS, menempatkan AS (untuk sekali ini) di depan RRT dalam mengembangkan kemampuan pesawat tempur generasi berikutnya.

Salah satu alasannya adalah RRT mengalami kesulitan dalam mengembangkan teknologi siluman yang dibutuhkan untuk desain sayap terbang semacam ini. Pada masa sebelumnya, RRT bergantung pada Russia untuk teknik desain, seperti material dan lapisan khusus untuk mengurangi RCS (Radar Cross Section).

Russia telah mencapai beberapa keberhasilan di bidang ini dengan pesawat tempur, tetapi konsep pesawat sayap terbang Tupolev PAK-DA mereka tidak pernah berkembang melampaui tahap konsep. Jika RRT mengandalkan pengalaman Russia dengan desain pesawat jenis ini, hal ini dapat menjelaskan kurangnya kemajuan Xi'an Aerospace (XAC).

Masalah lain yang mungkin timbul adalah performa mesin. Mesin turbofan PRC beroperasi lebih panas dan kurang efisien dibandingkan mesin turbofan buatan Barat, yang berpotensi membuat H-20 lebih mudah terdeteksi oleh sensor inframerah, yang sama pentingnya dengan RCS di belahan belakang pesawat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
60 Ribu Calon Mahasiswa Mun...
Nasional
Jaga Daya Saing dan Cegah P...
Daerah
Pemkot Bandarlampung Instru...

Menyedihkan, Gajah Kembali Harus Mati

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Menyedihkan, Gajah Kembali ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.