Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mendikdasmen: Pemerintah Bakal Revitalisasi Puluhan Ribu Sekolah

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Mendikdasmen: Pemerintah Bakal Revitalisasi Puluhan Ribu Sekolah Doc: RRI/Afriani Respati
Ket. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti (tengah)

JAKARTA - Pemerintah menargetkan program revitalisasi sekolah menjangkau 71.744 satuan pendidikan pada 2026 dengan anggaran mencapai Rp14 triliun. Program tersebut menjadi bagian upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti mengatakan, penambahan sasaran revitalisasi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

“Direncanakan ada penambahan sasaran sekitar 60.000 satuan pendidikan. Sehingga pada tahun 2026 program revitalisasi dapat menyasar 71.744 satuan pendidikan,” kata Mu’ti dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (6/5).

Mu’ti menjelaskan pelaksanaan program revitalisasi sekolah tahun 2026 mulai berjalan di berbagai daerah. Pemerintah juga telah menyelesaikan ribuan kerja sama dengan satuan pendidikan penerima bantuan.

“Kami sudah mulai melaksanakan dalam tahun 2026 itu diselesaikan perjanjian kerjasama dengan 4.838 satuan pendidikan. Kemudian juga penyaluran ke 3.408 satuan pendidikan,” ucap dia.

Menurut dia, total bantuan yang mulai disalurkan pemerintah mencapai Rp2,6 triliun. Sejumlah proyek revitalisasi sekolah kini memasuki tahap awal pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintah menetapkan sekolah terdampak bencana sebagai prioritas utama revitalisasi tahun 2026. Fokus tersebut mencakup sekolah rusak akibat bencana alam di Sumatra maupun daerah lainnya.

“Pada tahun 2026 revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang rusak sebagai dampak dari bencana. Sekolah-sekolah yang terdampak dari bencana alam baik yang di Sumatra maupun di wilayah lain di Indonesia,” ujar dia.

Selain wilayah terdampak bencana, pemerintah juga memprioritaskan sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Sekolah dengan tingkat kerusakan berat turut menjadi sasaran utama program revitalisasi nasional tersebut.

“Sekolah-sekolah di daerah 3T dan sekolah yang memang rusak berat, walaupun bukan di daerah bencana, bukan pula karena 3T. Tapi yang rusak berat itu kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun 2026,” ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.