Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendikdasmen Tekankan Perlunya Kuasai AI Dengan Kompetensi dan Keadaban Digital

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 13:52 WIB | Oleh:
Mendikdasmen Tekankan Perlunya Kuasai AI Dengan Kompetensi dan Keadaban Digital	Doc: antara foto
Ket. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menekankan akan perlunya penguasaan kecerdasan buatan (AI) dengan kompetensi dan keadaban digital dalam proses transformasi pendidikan.

“Kecerdasan artifisial (AI) kini telah menjadi bagian dari peradaban manusia. Namun, penting kita perlu memiliki digital competence , tetapi itu harus diiringi dengan digital civility atau keadaban digital. Tanpa etika, pemanfaatan AI justru bisa menjadi sumber persoalan sosial baru,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta pada Minggu (25/1).

Ia menjelaskan perkembangan AI telah memengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk pendidikan, riset, dunia kerja, hingga cara manusia memperoleh dan mengolah pengetahuan.

Berbagai kajian global menunjukkan bahwa meskipun AI berpotensi menggantikan sejumlah jenis pekerjaan, pada saat yang sama teknologi ini juga membuka berbagai peluang baru.

“Yang terdampak adalah mereka yang tidak menguasai teknologi. Tetapi mereka yang menguasai AI justru akan menjadi semakin berdaya. Karena itu, pendidikan memiliki peran strategis untuk memastikan generasi muda tidak tertinggal,” ujar Mu’ti.

Menurutnya, AI pada dasarnya bekerja dengan menghimpun dan merangkum data yang diunggah manusia.

Karena itu, persoalan kebenaran dan validitas informasi menjadi tantangan yang sangat penting.

Jika data yang masuk tidak akurat atau tidak etis, maka keluaran AI juga berpotensi menyesatkan.

“AI bisa sangat cerdas, tetapi ia tidak memiliki hati dan kesadaran moral. Maka tanggung jawab manusialah untuk memastikan bahwa apa yang diunggah, diproduksi, dan disebarkan melalui AI adalah sesuatu yang benar dan baik,” tegasnya.

Ia juga menyoroti maraknya manipulasi digital, seperti pemalsuan gambar, suara, dan narasi yang berpotensi merusak reputasi seseorang.

Di era scroll society, ketika masyarakat cenderung membaca secara cepat dan dangkal, konten semacam ini mudah dipercaya dan disebarluaskan.

Sebagai langkah konkret, Kemendikdasmen telah mulai mengintegrasikan AI dan coding sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah, dimulai dari kelas V SD.

Kebijakan tersebut dirancang secara bertahap agar sejalan dengan kesiapan guru dan infrastruktur satuan pendidikan.

Ia juga menambahkan bahwa pendidikan karakter dan nilai tetap menjadi fondasi utama, termasuk dalam pembelajaran berbasis AI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.