Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Investor Global Serbu Pasar RI, Arus Modal Asing Melonjak hingga April

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investor Global Serbu Pasar RI, Arus Modal Asing Melonjak hingga April Doc: ANTARA/Putu Indah Savitri
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan materi dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

JAKARTA – Inflow investasi portofolio asing mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi dan prospek pasar keuangan domestik.

Arus modal masuk ini dapat memperkuat nilai tukar rupiah, meningkatkan likuiditas pasar, serta menopang penguatan indeks saham dan obligasi pemerintah.

Namun, karakter investasi portofolio yang cenderung sensitif terhadap sentimen global juga membuat pasar domestik rentan terhadap capital outflow ketika terjadi gejolak suku bunga, konflik geopolitik, atau perubahan kebijakan moneter negara maju.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa investasi portofolio asing mengalami inflow sebesar 3,3 miliar dolar AS sejak awal tahun hingga 30 April 2026, terutama ditopang oleh inflow pada instrumen SRBI.

Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis (7/5), mengatakan perkembangan ini terjadi setelah triwulan I 2026 mencatatkan net outflows sebesar 1,7 miliar dolar AS.

Secara tahun kalender berjalan (year to date/ytd), ia menyebutkan bahwa instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mengalami inflow yang lebih besar dibandingkan dengan Surat Berharga Negara (SBN) yang masih mencatatkan outflow.

“Inflow dari SRBI year to date itu Rp78,1 triliun, outflow di saham Rp38,6 triliun. SBN, meskipun di minggu-minggu terakhir sudah inflow, tapi year to date-nya Rp11,7 triliun outflow,” kata Perry.

Untuk diketahui, BI tengah menjalankan strategi untuk memperkuat struktur suku bunga SBRI agar menarik inflow asing. Upaya ini ditempuh dalam rangka mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah.

Perry menegaskan bahwa bank sentral all out dalam menjaga nilai tukar rupiah melalui berbagai kebijakan, termasuk intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) luar negeri (offshore) maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar dalam negeri.

“Intervensinya tidak hanya di dalam negeri, tidak hanya tunai dan DNDF, tapi around the world, around the clock. Kami intervensi di pasar luar negeri (offshore) NDF. Di Hong Kong, Singapura, London, New York, kami intervensi. Itu namanya bukan business as usual, itu all out,” kata Perry.

Tak hanya itu, bank sentral juga melonggarkan larangan transaksi NDF jual valas terhadap rupiah di pasar offshore bagi dealer atau bank-bank tertentu.

Perry memastikan cadangan devisa juga lebih dari cukup untuk mendukung upaya stabilisasi rupiah dengan posisi sebesar 148,2 miliar dolar AS pada akhir Maret 2026.

“Tolong diingat cadangan devisa itu dikumpulkan pada saat ‘panen’ inflow besar. Makanya kita gunakan pada saat ‘paceklik’, pada saat outflow. Jumlahnya (cadangan devisa) besar,” kata dia.

Perry pun menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami Indonesia melainkan juga negara-negara emerging market lainnya seiring dengan tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pemkot Bandung Matangkan Model Bisnis Angkot Pintar

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Matangkan Mo...
Polisi Selidiki Kasus Mobil Putri Indonesia Pariwisata Dilempar Batu

Polisi Selidiki Kasus Mobil Putri Indonesia Pariwisata Dilempar Batu

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.