Antrean Solar Mengular, Pemkab HST Bagi Zona Distribusi untuk 536 Sopir Truk
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 01:10 WIB | Oleh: AlfredBANJARMASIN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menerapkan sistem pembagian tiga zona distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi bagi 536 sopir truk guna mengurai antrean panjang di sejumlah tasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), di tengah keterbatasan pasokan yang membuat jatah per sopir hanya sekitar 40 liter per hari.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan HST, Kalsel Aris Waluyo di Barabai, Selasa menyampaikan penataan zona distribusi BBM tersebut merupakan hasil rapat pertemuan dengan Persatuan Sopir Truk Kabupaten Barabai (PSTKB) HST yang beranggotakan sebanyak 536 sopir truk.
Aris menerangkan rapat koordinasi ini dipimpin Dinas Perdagangan bersama perwakilan SPBU, sopir truk, serta instansi terkait yang merupakan tindak lanjut dari aspirasi para sopir truk yang disampaikan di DPRD HST beberapa waktu lalu.
Dalam rapat tersebut tercatat sebanyak 536 sopir yang tergabung dalam PSTKB HST sebagai pengguna solar subsidi yang dibagi ke dalam tiga zona wilayah untuk mempermudah distribusi BBM tersebut.
Pembagian zona tersebut, yakni Zona 1 meliputi Kecamatan Limpasu, Batang Alai Timur (BAT), Batang Alai Selatan (BAS) hingga Batang Alai Utara (Batara) dengan jumlah 169 sopir. Kemudian, zona 2 mencakup Kecamatan Batu Benawa, Barabai, dan Hantakan dengan jumlah 196 sopir. Selanjutnya, zona 3 meliputi Kecamatan Pandawan, Haruyan, Labuan Amas Utara (LAU), dan Labuan Amas Selatan (LAS) dengan jumlah 171 sopir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aris menegaskan sesuai hasil rapat dan arahan Bupati HST Samsul Rizal, penyaluran solar tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp6.800 per liter sesuai ketetapan pemerintah.
Terkait sistem distribusi dilakukan melalui penjadwalan pengisian secara bergiliran di SPBU setiap minggu, yakni minggu pertama untuk Zona 1 dijadwalkan di SPBU Telang, Zona 2 di SPBU Mandingin, dan Zona 3 di SPBU Sungai Rangas.
Kemudian, minggu kedua Zona 1 di SPBU Mandingin, Zona 2 di SPBU Gambah, dan Zona 3 di SPBU Walangku, sedangkan minggu ketiga Zona 1 di SPBU Jalan Tol, Zona 2 di SPBU Kapuh, dan Zona 3 di SPBU Balanti.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, minggu keempat Zona 1 di SPBU Sungai Rangas, Zona 2 di SPBU Balanti, dan Zona 3 di SPBU Durian Gantang.
Aris Waluyo berharap hasil pengaturan distribusi BBM ini dapat membawa dampak positif di lapangan dan proses pengisian dapat berjalan lebih tertib.
Pihaknya juga mengimbau para sopir untuk menjaga ketertiban agar aktivitas masyarakat dan pedagang di sekitar SPBU tidak terganggu.
Sementara itu, Manajer SPBU Mandingin, Purwadi menyatakan pihaknya mendukung pengaturan tersebut mengingat keterbatasan pasokan solar yang rata-rata ketersediaan solar di SPBU sekitar 8.000 liter per hari.
“Dengan jumlah sopir yang banyak, jika dibagi rata, setiap sopir hanya mendapatkan sekitar 40 liter per hari, meskipun batas maksimal pengisian per barcode bisa mencapai 75 hingga 80 liter,” jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!