Kementerian Haji Fokuskan Pembinaan Petugas Haji Berbasis Profesionalisme
📅 Minggu, 11 Jan 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta- Kementerian Haji dan Umrah RI menempa calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M melalui pendidikan dan pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede selama sebulan agar menjadi petugas yang lebih profesional dan berintegritas.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Dendi Suryadi mengatakan, pihaknya memiliki empat sasaran yang ingin dicapai dari pendidikan dan pelatihan (diklat) yang dimulai dari 10 Januari 2026 tersebut.
"Yang pertama, fisiknya (petugas haji) jadi kuat, fisiknya bugar. Karena memang ibadah haji itu kan 90 persen ibadah fisik, sehingga petugas juga harus lebih kuat daripada zaman lalu," ujar Dendi usai memberikan pengarahan kepada petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Sabtu )10/1) malam.
Selanjutnya, kata Dendi, Kemenhaj berharap petugas haji memiliki mental yang tangguh dan siap sebagai pelayan tamu Allah di Tanah Suci.
Lalu, melalui diklat tersebut pihaknya juga menginginkan petugas haji dapat memiliki kemampuan yang mumpuni sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Yang terakhir, adanya bonding, adanya persatuan. Seperti yang tadi saya bilang, seperti Persatuan Indonesia, kita kuat kan kalau kita bersatu, kita rapuh kalau kita bercerai," kata Dendi.
Kemenhaj melakukan terobosan signifikan dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yakni dengan menggandeng Markas Besar (Mabes) TNI dan Polri untuk menggembleng para calon petugas haji.
Langkah tersebut diambil sebagai ikhtiar menghadirkan pelayanan prima bagi jamaah, mengingat tantangan ibadah haji yang memang didominasi oleh ketahanan fisik dan mental.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebanyak 179 personel pelatih dari TNI dan Polri diterjunkan langsung bersama pelatih internal Kemenhaj. Para calon petugas akan menjalani pelatihan intensif yang mengadopsi nilai-nilai kedisiplinan militer.
Menurut Dendi, pelibatan unsur TNI-Polri bukan tanpa alasan. Ibadah haji dinilai sebagai ibadah yang 90 persen mengandalkan kekuatan fisik. Oleh karena itu, petugas dituntut memiliki stamina di atas rata-rata jemaah.
Pada minggu pertama pelatihan, para petugas akan digembleng dengan metode Peraturan Baris Berbaris (PBB).
Metode tersebut dipilih untuk melatih kebiasaan mendengarkan dan mematuhi instruksi komando secara cepat dan tepat.
"PBB itu metode yang bagus untuk melatih orang terbiasa mendengarkan instruksi dan melaksanakan. Siap gerak, diam. Hadap kiri, gerak. Ini melatih kedisiplinan," ujar Dendi.
Selain fisik, lanjut Dendi, adalah aspek mental pelayan (service mindset) juga menjadi prioritas bagi para petugas haji.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!