Pertanian Tak Bisa Diremehkan! Mentan Ungkap Besaran Kontribusi ke Ekonomi
📅 Selasa, 05 Mei 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis“Ini bukan kerja satu program, tapi orkestrasi besar. Produksi kita naik, ekspor meningkat tajam, impor kita tekan. Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri,” ujarnya.
Selain itu, penguatan sektor pertanian juga didukung oleh berbagai langkah konkret di lapangan yang memastikan produksi meningkat, petani terlindungi, serta ketersediaan pangan tetap terjaga bagi masyarakat luas.
Mentan juga menyoroti produk domestik bruto sektor pertanian sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,74 persen, yang merupakan capaian tertinggi dalam 25 tahun terakhir bagi sektor tersebut.
Momentum pertumbuhan tersebut, menurutnya, berlanjut hingga awal tahun 2026 yang tercermin dari stabilnya kontribusi sektor pertanian dalam struktur produk domestik bruto nasional secara keseluruhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui deregulasi, modernisasi, serta penguatan kebijakan harga gabah petani, pemerintah menempatkan sektor pangan sebagai jangkar stabilitas ekonomi nasional sekaligus fondasi penting menuju swasembada berkelanjutan di Indonesia.
Terpisah, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan, jauh melampaui proyeksi konsensus para analis yang memperkirakan pertumbuhan di kisaran 5,3 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 bila dibandingkan triwulan I-2025 atau secara year on year tumbuh 5,61 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Gedung BPS Jakarta, Selasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angka itu menandai akselerasi signifikan dibandingkan Kuartal I 2025 yang hanya tumbuh 4,87 persen. Di balik angka agregat tersebut, sektor pertanian kembali membuktikan diri sebagai salah satu fondasi utama perekonomian.
Dari lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB yaitu, industri pengolahan (19,07 persen), perdagangan (13,28 persen), pertanian (12,67 persen), konstruksi (9,81 persen), dan pertambangan (8,69 persen).
“Total kelima lapangan usaha mencakup sekitar 63,52 persen dari total PDB,” kata Amalia.
Dari sisi sumber pertumbuhan, sektor pertanian memberikan kontribusi 0,55 poin persentase, berada di urutan ketiga setelah industri pengolahan dan perdagangan. Angka itu perlu dibaca dalam perspektif yang tepat. Dimana setahun sebelumnya, pertanian menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 1,11 poin persentase.
“Sektor pertanian tumbuh sebesar 10,52 persen. Ini karena didukung oleh panen raya dan meningkatnya produksi tanaman padi dan jagung,” bebernya.
Tingginya capaian tahun lalu membuat kontribusi pada Kuartal I 2026 terlihat lebih rendah. Padahal, peran sektor pertanian tetap stabil, nyaris tidak berubah, dari 12,66 persen menjadi 12,67 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!