Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD: Banjir Belum Surut di Tiga Kecamatan Kota Tangerang

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 18:50 WIB | Oleh:
BPBD: Banjir Belum Surut di Tiga Kecamatan Kota Tangerang Doc: RRI/Saadatuddaraen

TANGERANG - Banjir 70 sentimeter-satu meter masih belum surut Kota Tangerang. Berdasarkan data BPBD setempat, air merendam ratusan rumah pada Kecamatan Kunciran, Ciledug dan Cipondoh.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, mengatakan hingga saat ini banjir masih merendam rumah warga dan jalan dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter.

"Ketinggian air yang merendam rumah dan jalanan berkisar 70 sentimeter hingga satu meter. Saat ini tim BPBD dan para relawan sudah di lokasi," ujar Andia, Selasa (5/5).

Andia menyebut warga yang terdampak banjir telah mengungsi di beberapa musala atau memilih bertahan di lantai dua rumah. "Untuk evakuasi, ada beberapa warga yang dibawa ke musala atau masjid, dan ada juga yang bertahan di lantai dua rumah mereka," kata dia.

Petugas juga diterjunkan untuk membantu warga beraktivitas dengan menyediakan perahu. Selain digunakan untuk evakuasi, perahu tersebut juga dimanfaatkan untuk mengangkut warga yang ingin beraktivitas.

Untuk di kawasan Candulan, Kecamatan Cipondoh 60 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi. Tinggi air masih sekitar satu meter.

Menurut dia, saat ini BPBD Kota Tangerang sudah menurunkan pompa dan perahu untuk evakuasi. Diperkirakan air surut pada sore hari jika tidak ada lagi air kiriman ke Bendungan Polor. "Optimalisasi pompa, kalau tidak ada kiriman lagi, target sore sudah surut untuk mobilitas masyarakat kami siapkan perahu," ucap dia.

Sebanyak 700 kepala keluarga (KK) warga Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Cipondoh, Kota Tangerang terendam banjir 1,8 meter. Musibah tersebut selalu berulang apabila hujan dengan intensitas tinggi melanda.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan ratusan rumah di Kampung Candulan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lebih dari 180 sentimeter. Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi serta meluapnya Kali Bendungan Polor setelah mendapat kiriman air dari Bogor.

"Debit air yang terus meningkat kemudian melimpas ke permukiman warga yang datarannya lebih rendah. Sebagian warga memilih bertahan di rumah untuk menjaga barang berharganya," ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Logo 5 Abad Dirilis, Jakarta Siap Jadi Kota Global

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Logo 5 Abad Dirilis, Jakart...
Megapolitan
Jakarta Tambah Usia Harus M...

Menuju Lima Abad Pemprov Minta Bantuan Warga Jaga Jakarta

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Menuju Lima Abad Pemprov Mi...
Luar Negeri
Serangan Udara AS Menghanta...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Balap Kapal dan Lomba Mancing untuk Meriahkan HUT Polri di Kepulauan Seribu

Balap Kapal dan Lomba Mancing untuk Meriahkan HUT Polri di Kepulauan Seribu

27 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.