Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jasindo Perkuat Upaya Penanggulangan Stunting di NTT melalui Program Narasemesta

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 07:34 WIB | Oleh:
Jasindo Perkuat Upaya Penanggulangan Stunting di NTT melalui Program Narasemesta Doc: Antara Foto
Ket. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) ikut mencegah stunting pada anak-anak di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Narasemesta.

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) ikut mencegah stunting dengan memberikan edukasi gizi serta dukungan bagi ibu hamil dan anak-anak di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Narasemesta.

Direktur SDM dan Umum Asuransi Jasindo Dewi Utari mengatakan program itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek kesehatan masyarakat.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa," kata Utari dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Dia menyampaikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Narasemesta yang difokuskan pada pencegahan stunting pada anak-anak dan edukasi bagi ibu hamil di Desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Program tersebut mengusung tema “Cegah Stunting melalui Cipta Generasi Sehat & Edukasi Pangan Bergizi”, dengan pendekatan edukatif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan meliputi edukasi gizi seimbang sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, hingga penguatan layanan posyandu dan puskesmas untuk deteksi dini risiko stunting.

"Melalui Narasemesta, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk memberikan edukasi, dukungan gizi, serta mendorong kemandirian pangan, sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Utari.

Sekitar 150 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu dengan anak usia 1.000 HPK, ibu dengan balita, remaja calon pengantin, hingga masyarakat umum terlibat dalam program itu.

Selain edukasi, perusahaan juga menyalurkan bantuan pangan bergizi seperti beras, telur, dan biskuit jagung, serta dukungan kemandirian protein berupa 150 ekor ayam pullet lengkap dengan pakan dan perlengkapannya.

Untuk memperkuat layanan kesehatan, Utari mengatakan pihaknya juga memberikan bantuan alat kesehatan seperti timbangan bayi digital, infantometer, hingga stadiometer.

Di sisi ketahanan pangan, perusahaan juga mendukung masyarakat melalui bantuan alat pertanian seperti cultivator dan solar dryer.

Utari menambahkan pemilihan Desa Tetaf didasarkan pada tingginya risiko stunting serta keterbatasan akses terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan.

"Kami ingin memastikan bahwa intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan di masyarakat,” tambah Utari.

Menurut dia keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dengan sinergi antara perusahaan, tenaga kesehatan, dan masyarakat, upaya pencegahan stunting diyakini dapat berjalan lebih efektif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.