Pengalaman Modal Villa Hadapi Kebangkitan Forest
📅 Kamis, 30 Apr 2026, 06:56 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Darren Staples / AFP
LONDON — Aroma kejayaan masa lalu kembali menyeruak di ajang kompetisi kasta kedua Eropa. Aston Villa dan Nottingham Forest, dua klub dengan sejarah emas di Benua Biru, kini hanya berjarak dua laga dari final kompetisi Eropa pertama mereka dalam beberapa dekade terakhir. Pertemuan di semifinal Liga Eropa menjadi panggung nostalgia sekaligus pembuktian.
Kedua tim pernah berjaya pada era akhir 1970-an hingga awal 1980-an, ketika klub-klub Inggris mendominasi Piala Champions, kini dikenal sebagai Liga Champions. Forest mengoleksi dua gelar beruntun pada tahun 1979 dan 1980 di bawah sentuhan pelatih legendaris Brian Clough, sementara Villa menyusul dengan mahkota Eropa pada tahun 1982.
Namun, jalan menuju semifinal kali ini menghadirkan kontras mencolok. Di bawah arahan Unai Emery, Villa tampil impresif dan berada di jalur kembali ke Liga Champions lewat performa solid di Liga Inggris. Sebaliknya, Forest masih berkutat dengan ancaman degradasi, meski grafik performa mulai menanjak sejak kedatangan pelatih Vitor Pereira.
Forest menatap laga leg pertama, Jumat (1/5) dini hari WIB dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka tak terkalahkan dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi, sebuah lonjakan signifikan setelah sempat terseok di bawah Nuno Espirito Santo, Ange Postecoglou, dan Sean Dyche. Kemenangan telak 5-0 atas Sunderland dan 4-1 melawan Burnley menjadi bukti tajamnya lini depan yang sebelumnya tumpul.
“Semua pemain mencetak gol, itu membuat kami bahagia. Kami harus menjaga mentalitas ini,” ujar Pereira.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, Villa mengandalkan pengalaman Emery, pelatih yang empat kali menjuarai Liga Eropa bersama Sevilla dan Villarreal. “Saya tahu betapa sulitnya memenangkan trofi Eropa. Kompetisi ini sangat berarti bagi kami,” ujar Emery. Dia berharap dapat mengulangi kesuksesan tersebut bersama Villa, yang kini difavoritkan mengakhiri penantian panjang trofi mayor.
Laga leg pertama digelar di kandang Forest, sebelum penentuan tiket final berlangsung sepekan kemudian. Pemenang laga ini akan menghadapi Freiburg atau Braga di final yang dijadwalkan berlangsung di Istanbul.
Liga Konferensi
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, kisah berbeda, bahkan lebih dramatis, datang dari Spanyol. Rayo Vallecano, klub sederhana dari kawasan pekerja di Vallecas, menulis cerita tak terduga dengan menembus semifinal Liga Konferensi UEFA untuk pertama kalinya.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan konflik internal berkepanjangan, Rayo justru mampu melampaui ekspektasi. Mereka akan menjamu Strasbourg dalam leg pertama semifinal, sebuah pencapaian yang oleh banyak pihak dianggap sebagai “keajaiban”.
Klub ini jauh dari kemewahan tetangga sekotanya seperti Real Madrid dan Atletico Madrid. Bahkan, Rayo lebih sering berjuang menghindari degradasi ketimbang berbicara soal final kompetisi Eropa.
Masalah mereka tak hanya di lapangan. Presiden klub, Raul Martin Presa, menjadi sosok kontroversial yang kerap berseteru dengan suporter. Kondisi stadion yang memprihatinkan, fasilitas latihan yang buruk, hingga konflik terbuka dengan fans menjadi bagian dari keseharian klub.
Kapten tim sempat mundur sebagai bentuk protes, sementara pemain bahkan harus berlatih di tempat lain akibat kondisi lapangan yang tidak layak. Namun, di tengah kekacauan itu, Rayo justru menemukan kekuatan.
Di bawah pelatih muda Inigo Perez, mereka bangkit. Perez, yang sempat gagal meraih izin kerja di Inggris pasca-Brexit, justru menemukan jalannya di Vallecas. Ia membawa tim bertahan di La Liga, lalu mengantar mereka ke kompetisi Eropa untuk kedua kalinya dalam sejarah klub. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!