Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, Menhub Minta Evaluasi Total Keselamatan

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 05:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, Menhub Minta Evaluasi Total Keselamatan Doc: Antara
Ket. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua kanan) didampingi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin (kedua kiri), Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono (kanan) memberi keterangan kepada awak media di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4).

Jakarta, - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia.

Ia menegaskan peristiwa yang melibatkan kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi PT Kereta Api Indonesia dan pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Dudy dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (28/4).

Menurut dia, pelayanan transportasi tidak hanya menitikberatkan pada kenyamanan, tetapi juga harus menjamin keamanan dan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama.

Pemerintah bersama operator, lanjutnya, akan melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Kementerian Perhubungan juga memberikan kewenangan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara objektif terkait penyebab kecelakaan.

Dudy menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada korban yang meninggal dunia, serta berharap korban luka segera pulih,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin meninjau langsung lokasi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur sejak Senin (27/4) malam untuk mengawal proses evakuasi korban.

Pada Selasa (28/4), Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Perhubungan juga mengunjungi korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi guna memastikan penanganan berjalan optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga serta menegaskan pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh.

“Saya menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kami akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” ujar Presiden.

PT KAI mencatat hingga pukul 13.26 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 15 orang, sementara 88 orang lainnya mengalami luka-luka.

Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sedangkan korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
Advertisement
Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Tokoh TNI.

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.