Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Global Lagi Kacau, Industri RI Masih Ekspansi! IKI April Tembus 51,75

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Luruskan Soal Kontribusi PDB Industri

Febri menegaskan, industri pengolahan tetap jadi tulang punggung ekonomi. Data BPS: kontribusi industri pengolahan terhadap PDB 2025 tercatat 19,07% dan trennya naik beberapa tahun terakhir.

Ia meluruskan, data kontribusi PDB industri 2001-2025 tidak bisa langsung dibandingkan. “Kalau ada ekonom atau pengamat yang mengambil data kontribusi PDB Industri Pengolahan 2001-2025 maka data kontribusi tersebut tidak dapat diperbandingkan karena konsep, definisi dan metodologi perhitungan Industri Pengolahan telah berubah,” tegas Febri.

Periode 2001-2009, PDB nasional hanya dari 9 lapangan usaha utama. Sejak 2010, Industri Pengolahan dipecah jadi 4 lapangan usaha: Industri Pengolahan, pengadaan air-pengelolaan sampah-daur ulang, informasi dan komunikasi, serta jasa lainnya. Metodologi juga berubah. Sampai 2009 pakai harga produsen, sejak 2010 pakai harga dasar. “Kedua perubahan ini menyebabkan perhitungan PDB Industri Pengolahan menjadi mengecil dan pada akhirnya persentase PDB Industri Pengolahan terhadap PDB nasional juga ikut mengecil.”

“Akibat perubahan konsep, definisi dan metodologi perhitungan PDB Industri Pengolahan menyebabkan nilai PDB dan kontribusi PDB Industri Pengolahan turun dari perhitungan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, tidak apple to apple kalau kita bandingkan kontribusi PDB Industri Pengolahan sebelum dan sesudah tahun 2009,” jelasnya.

Namun jika dibanding periode yang sama, Q2 2022 sampai Q4 2025, tren kontribusi PDB industri pengolahan naik. Kenaikan didorong pemulihan pascapandemi, hilirisasi, dan konsumsi domestik yang kuat. Tidak ada shifting tenaga kerja dari industri pengolahan yang berjumlah 21,6 juta orang ke sektor lain.

“Dari tren kenaikan kontribusi PDB Industri Pengolahan terhadap PDB Nasional dan tidak terjadinya shifting tenaga kerja industri pengolahan ke sektor lain, kami menegaskan bahwa manufaktur Indonesia tidak mengalami gejala deindustrialisasi dini apalagi deindustrialisasi. Serta, tren positif kontribusi industri pengolahan terhadap perekonomian nasional ini terjadi pada masa kepemimpinan Menteri Perindustrian Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita,” pungkas Febri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.