Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengawasan Program MBG dengan Ketat

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 22:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengawasan Program MBG dengan Ketat Doc: Antara
Ket. Kepala BPOM Taruna Ikrar ditemui di Jakarta pada Selasa (28/4/2026).

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berkomitmen terus mengawal pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara ketat dengan perjanjian hitam di atas putih yang telah disepakati bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

"BPOM sudah hitam putih, bahwa apapun yang terjadi dengan BGN yang berhubungan dengan program MBG, BPOM akan setia mengawal dan akan melakukan apa saja demi kesuksesannya. Ini program prioritasnya Bapak Presiden Prabowo, kita akan maksimal apapun yang terjadi," ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Selasa.

Ia juga menjelaskan mengenai anggaran pengawasan yang sempat viral diperbincangkan warganet di media sosial, yang menyatakan anggaran BPOM tidak memadai untuk pengawasan program MBG.

"Kemarin yang viral itu kan surveilansnya. Kalau pengawasan pasca-kejadian, kita luar biasa sudah jalankan, tidak perlu pakai dana-dana dari MBG dan sebagainya, tetapi kalau yang bersifat surveilans, itu ada data ilmiahnya begini, surveilans itu kita hitung dari 30 ribu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) misalnya, untuk melakukan surveilans itu membutuhkan minimal sekitar tiga sampai lima persen, jadi minimal ada seribu sampai tiga ribu SPPG kita harus dalam waktu bersamaan melakukan surveilans, supaya datanya valid," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BPOM, lembaga itu juga telah mengedukasi dan mendampingi para pelaku usaha yang terlibat dalam penyediaan MBG, yang artinya surveilans tidak hanya represif (inspeksi), tetapi juga preventif (pembinaan) dan korektif (perbaikan standar produksi), yang berbasis pencegahan risiko.

"Itu kita lakukan secara maksimal, nah sekarang pertanyaannya, untuk yang berhubungan dengan dana swakelola yang Rp700 miliar, nah dana yang swakelola itu tujuannya lebih spesifik lagi untuk uji sampel dan pengolahannya, kemudian memberi biaya untuk apa yang kita sebut dengan laboratorium berjalan atau mobil ya, itu kan butuh biaya dan awalnya Rp700 miliar, yang disepakati Rp675 miliar," katanya.

Namun demikian, sesuai arahan dan perintah Presiden Prabowo, dalam rangka menyukseskan program MBG, maka semua kementerian/lembaga akan terus bekerja sama serta berkolaborasi guna mengawasi program prioritas peningkatan gizi tersebut agar tidak terjadi kembali insiden keamanan pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Helm Pintar Pendeteksi Kant...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.