Dedieselisasi Harus Diperluas dengan Setop Pembangkit Listrik Gas dan Batu Bara
📅 Selasa, 28 Apr 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Jadi dedieselisasi memberikan manfaat ekonomi, penurunan emisi, dan memperkuat ketahanan energi,” tegas Fabby.
Program dedieselisasi atau pengalihan PLTD ke energi terbarukan sejalan dengan target transisi energi nasional. Selain mengurangi ketergantungan impor BBM, langkah tersebut juga mendukung komitmen pengurangan emisi karbon sektor ketenagalistrikan.
Saat ini, tantangan utama percepatan didieselisasi ada pada pendanaan dan kesiapan infrastruktur. Namun, Fabby optimistis skema investasi dan kerja sama dengan swasta dapat mempercepat konversi 5 GW PLTD yang masih beroperasi.
“Dengan kombinasi PLTS + BESS, daerah yang selama ini bergantung diesel mahal bisa mendapat listrik bersih, stabil, dan lebih murah. Ini solusi konkret untuk pemerataan energi,” tutupnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak Mampu Bertahan
Sementara Ketua Pusat Studi Energi Terbarukan Indonesia (Indonesia Center for Renewable Energy Studies/ICRES), Surya Darma menegaskan, ketergantungan pada diesel dan bahan bakar minyak (BBM) impor tidak bisa terus dipertahankan karena akan membebani subsidi dan menekan ekonomi masyarakat di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Indonesia jelasnya tidak akan mampu bertahan jika terus bergantung pada diesel impor dan impor BBM lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jika tidak dikendalikan, akan terus meningkat dan menyebabkan membengkaknya subsidi dan makin menekan ekonomi masyarakat,” kata Surya.
Sementara itu, ahli Energi Baru Terbarukan (EBT) dari Universitas Janabadra Yogyakarta, Moch Syamsiro, menilai lambatnya pengembangan EBT di Indonesia dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni tantangan teknis pemanfaatan energi surya dan aspek keekonomian dibanding energi fosil.
“Diesel itu banyak dipakai di luar Jawa, di daerah terpencil. Padahal di sana justru banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk energi surya. Tantangannya sekarang adalah bagaimana PLN bisa menyerap dan memanfaatkan energi tersebut secara optimal,” katan Syamsiro.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!