Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korsel Khawatir dengan 'Zona Larangan Berlayar' Tiongkok di Laut Kuning

📅 Sabtu, 24 Mei 2025, 13:45 WIB | Oleh:
Korsel Khawatir dengan 'Zona Larangan Berlayar' Tiongkok di Laut Kuning Doc: Newsweek/AFP
Ket. Jet tempur J-15 Tiongkok diluncurkan dari kapal induk CNS Liaoning selama latihan militer di Laut Kuning, di lepas pantai timur Tiongkok, pada 23 Desember 2016.

SEOUL - Korea Selatan menyuarakan kekhawatirannya kepada Tiongkok atas penetapan "zona larangan berlayar" di wilayah bersama Laut Kuning, kata Kementerian Luar Negeri Seoul, Sabtu (24/5).

Media AS Newsweek melaporkan pada Rabu (21/5) bahwa Tiongkok telah melarang kapal memasuki bagian tertentu di Laut Kuning, yang terletak di antara daratan Tiongkok dan Semenanjung Korea.

Menurut Newsweek, cabang regional Administrasi Keselamatan Maritim (MSA) Tiongkok mengumumkan zona larangan berlayar di beberapa bagian Zona Tindakan Sementara (PMZ) laut itu -- wilayah bersama tempat zona ekonomi eksklusif (ZEE) kedua negara tumpang tindih -- hingga 27 Mei.

MSA tidak memberikan alasan, menurut Newsweek, tetapi media Korea Selatan melaporkan bahwa itu untuk "tujuan pelatihan militer", mengutip Badan Hidrografi dan Oseanografi Korea.

Kemlu Korsel mengatakan kedua negara diizinkan untuk melakukan latihan militer di zona bersama, tetapi "penetapan zona larangan berlayar oleh Tiongkok di dalam PMZ yang secara berlebihan membatasi kebebasan navigasi menimbulkan kekhawatiran".

Oleh karena itu, Seoul telah "menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada pihak Tiongkok melalui jalur diplomatik", tambahnya.

Kemlu Korsel juga mencatat, mereka tengah berkoordinasi dengan lembaga lain, termasuk Kementerian Pertahanan, untuk "menilai apakah tindakan Tiongkok baru-baru ini sesuai dengan hukum maritim internasional".

Menurut Newsweek, Beijing juga telah memasang tiga bangunan yang diklaimnya sebagai "fasilitas akuakultur".

Sebaiknya Anda baca juga:

Beberapa media Korea Selatan telah menyatakan bahwa tindakan-tindakan di dalam PMZ ini dapat menjadi taktik "zona abu-abu", tindakan yang sengaja dibuat ambigu yang bertujuan untuk memperluas yurisdiksi maritim Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.