Belajar dari Mie Ayam Bintang, Ini 5 Kiat Membangun Bisnis Franchise Kuliner dari Nol
📅 Selasa, 28 Apr 2026, 19:50 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Mengembangkan usaha kuliner hingga memiliki banyak cabang atau jaringan kemitraan sering dianggap membutuhkan modal besar dan ekspansi cepat. Namun bagi Daniel, pendiri bisnis Mie Ayam Bintang, pertumbuhan usaha justru dimulai dari langkah yang lebih mendasar: memahami detail operasional, membangun sistem yang matang, lalu menjaganya tetap konsisten saat bisnis berkembang.
Pengalaman Daniel menunjukkan bahwa scale up usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak selalu harus dimulai dengan membuka banyak cabang sekaligus. Justru, fondasi bisnis yang kuat menjadi faktor utama agar pertumbuhan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Berangkat dari latar belakang keluarga yang bergerak di usaha pembuatan mi mentah, Daniel memahami bahwa bisnis mi ayam yang terlihat sederhana tetap membutuhkan pengelolaan serius, mulai dari kualitas bahan baku, konsistensi rasa, hingga manajemen harian.
Dari perjalanan tersebut, ada sejumlah pelajaran penting bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha, khususnya di sektor kuliner.
1. Pahami Masalah Nyata di Balik Peluang Usaha
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Daniel, banyak orang tertarik membuka usaha mi ayam karena pasarnya luas dan produknya akrab di masyarakat. Namun, tidak semua siap menghadapi tantangan operasional di lapangan.
Ia melihat peluang bukan hanya pada menjual produk, tetapi juga menciptakan sistem usaha yang lebih siap dijalankan. Mulai dari resep yang konsisten, pasokan bahan baku stabil, hingga standar layanan yang jelas.
Pendekatan ini penting agar bisnis tidak hanya laku di awal, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Uji Model Bisnis Sebelum Membuka Kemitraan
Sebelum menawarkan franchise atau kemitraan, Daniel memilih menjalankan cabang miliknya sendiri terlebih dahulu sebagai laboratorium bisnis.
Ia terlibat langsung dalam berbagai aspek usaha, mulai dari meracik produk, mengatur alur kerja karyawan, menghitung kebutuhan stok, hingga melayani pelanggan.
Menurutnya, proses trial and error ini penting agar konsep usaha benar-benar teruji sebelum diterapkan ke mitra lain.
“Kalau sistem belum terbukti berhasil di cabang sendiri, akan sulit diterapkan ke orang lain,” ujarnya.
3. Bangun Sistem yang Mudah Direplikasi
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!