Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Eratosthenes, Ilmuwan Abad ke-3 yang Menghitung Keliling Bumi dengan Tepat

📅 Senin, 27 Apr 2026, 06:56 WIB | Oleh:

Lompatan Pemikiran

Prestasi Eratosthenes tidak hanya mengesankan karena akurasinya, tetapi juga karena metode berpikirnya. Ia menghubungkan tiga hal yang tampaknya terpisah: posisi matahari, bayangan tongkat, dan jarak antarkota. Dari pengamatan lokal di dua tempat berbeda, ia menyimpulkan ukuran seluruh planet.

Ini adalah contoh awal dari kekuatan metode ilmiah: mengamati fenomena, menyusun hipotesis, menggunakan matematika, lalu menarik kesimpulan logis. Di masa ketika pengetahuan masih bercampur dengan mitos, Eratosthenes menunjukkan bahwa alam semesta dapat dipahami lewat pengukuran dan penalaran.

Ia tidak perlu berjalan mengelilingi dunia. Ia tidak perlu memanjat ke langit. Ia cukup memperhatikan apa yang terjadi di tanah saat matahari bersinar.

Dunia Kuno yang Sudah Tahu Bumi Bulat

Sering muncul anggapan bahwa manusia kuno percaya Bumi datar. Dalam kenyataannya, banyak filsuf Yunani sejak berabad-abad sebelumnya sudah mengemukakan bahwa Bumi berbentuk bulat. Tokoh seperti Pythagoras, Plato, dan Aristoteles memiliki argumen masing-masing tentang bentuk planet ini.

Melangkah Lebih Jauh

Jika para pendahulunya berbicara tentang bentuk Bumi, Eratosthenes berusaha menentukan ukurannya. Ia mengubah gagasan filosofis menjadi angka. Itulah yang membuat namanya dikenang dalam sejarah geografi dan astronomi.

Sebagai kepala Perpustakaan Alexandria, Eratosthenes berada di pusat intelektual dunia Mediterania. Perpustakaan itu menampung ratusan ribu gulungan naskah dan menjadi tempat bertemunya ilmuwan, penyair, ahli matematika, dan filsuf. Di lingkungan seperti itulah pemikiran lintas disiplin tumbuh subur.

Eratosthenes tidak hanya menghitung keliling Bumi. Ia juga membuat peta dunia, memperkenalkan sistem garis lintang dan bujur secara awal, serta mengembangkan metode matematika yang kini dikenal sebagai “Saringan Eratosthenes” untuk menemukan bilangan prima.

Namun di antara semua pencapaiannya, eksperimen tongkat dan bayangan tetap menjadi kisah paling terkenal.

Di era modern, ukuran Bumi dapat dihitung dengan presisi tinggi menggunakan satelit GPS, radar, dan pengamatan antariksa. Teknologi memberi jawaban dalam hitungan detik. Tetapi kisah Eratosthenes mengingatkan bahwa pengetahuan tidak selalu lahir dari alat rumit. Kadang ia muncul dari keberanian mengajukan pertanyaan yang tampak mustahil.

Bagaimana mungkin seseorang tanpa teleskop bisa mengukur planet? Jawabannya: dengan berpikir jernih. Di tengah banjir informasi dan kecanggihan teknologi saat ini, warisan terbesar Eratosthenes bukanlah angka 40 ribu kilometer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.