Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRMP Rawa Kementan Kenalkan Padi Apung, Jawaban Produktivitas di Tengah Genangan

📅 Senin, 27 Apr 2026, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRMP Rawa Kementan Kenalkan Padi Apung, Jawaban Produktivitas di Tengah Genangan Doc: ANTARA/ Firman
Ket. Petani saat melakukan pemanenan padi apung di lahan rawa lebak pada Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) Banjarbaru.

BANJARBARU – Optimalisasi lahan rawa lebak untuk produksi pangan menuntut pendekatan yang tidak semata ekspansif, tetapi juga adaptif terhadap karakter ekosistemnya.

Lahan lebak memiliki dinamika genangan musiman yang tinggi, sehingga strategi budidaya harus berbasis kalender tanam yang presisi, penggunaan varietas padi tahan genangan atau umur genjah, serta pengelolaan tata air mikro yang baik. Tanpa itu, produktivitas akan rentan fluktuatif dan biaya produksi meningkat.

Dari sisi kebijakan, intervensi tidak cukup berhenti pada pembukaan lahan. Pemerintah perlu memastikan infrastruktur pendukung seperti saluran drainase, embung, dan akses logistik berjalan optimal agar hasil panen tidak terhambat distribusinya.

Di saat yang sama, pendampingan teknologi kepada petani—termasuk mekanisasi dan pemupukan berimbang—menjadi kunci agar lahan lebak tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan.

Jika dikelola secara terintegrasi, lahan rawa lebak berpotensi menjadi penyangga penting ketahanan pangan nasional, terutama di tengah tekanan alih fungsi lahan sawah irigasi.

Tantangannya terletak pada konsistensi tata kelola dan kemampuan menyelaraskan aspek ekologis dengan target produksi.

Balai Perakitan dan Pengujian Pertanian Lahan Rawa (BRMP Rawa) Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian mengenalkan inovasi rakitan teknologi padi apung di lahan rawa lebak, yang sering tergenang air dan sulit ditanami secara konvensional.

"Melalui inovasi ini padi ditanam media terapung yang mampu mengikuti naik turunnya muka air," kata Kepala BRMP Rawa Wahida Annisa Yusuf di Banjarbaru, Kalsel, Senin.

Wahida mengungkapkan teknologi itu telah diterapkan langsung di lahan rawa lebak melalui pengujian lapangan di Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) Banjarbaru.

Hasilnya, tanaman tetap tumbuh sehat meski berada di atas genangan.

Bahkan, telah berhasil panen padi varietas Mekongga yang terbukti mampu beradaptasi dengan baik dan menghasilkan panen optimal mendukung upaya peningkatan produksi padi di wilayah rawa.

Wahida menyebut inovasi rakitan teknologi padi apung bagian dari kontribusi nyata BRMP Rawa dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

"Melalui inovasi teknologi tepat guna yang dapat direplikasi oleh petani kita buktikan rawa bukan masalah," tegasnya.

Bahkan, dalam kondisi lahan banjir sekali pun bukan penghalang melainkan peluang untuk pertanian adaptif dan berkelanjutan bagi lahan rawa mendukung ketahanan pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.