Kampung Internet Buka Peluang Ekonomi dan Akses Pendidikan di Desa NTB
📅 Minggu, 26 Apr 2026, 08:38 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Program Kampung Internet dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong percepatan transformasi digital di desa. Dampak langsungnyat terihat pada peningkatan ekonomi, pariwisata, dan akses pendidikan masyarakat.
Di Desa Setanggor, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), program ini menghadirkan akses internet stabil dan terjangkau, disertai pelatihan pemanfaatan teknologi digital. Hasilnya, pelaku usaha desa kini mampu memperluas pemasaran secara daring dan meningkatkan produktivitas.
Kepala Desa Setanggor, Kamarudin, menyebut kehadiran internet menjadi pengungkit utama ekonomi desa. Dalam delapan bulan terakhir, promosi digital mendorong peningkatan kunjungan wisata, termasuk pada kegiatan bazar kuliner yang ramai dikunjungi wisatawan luar daerah.
“Jaringan internet membuka peluang promosi lebih luas, terutama untuk pariwisata dan ekonomi kreatif desa,” ujarnya dalam keterangan persnya, Jumat (24/4).
Produk unggulan seperti kerajinan tangan dan kuliner khas kini semakin dikenal, didukung sistem transaksi digital berbasis QRIS yang memudahkan wisatawan bertransaksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dampak serupa dirasakan pelaku UMKM. Isnawati (31) mencatat peningkatan omzet harian berkat koneksi internet yang lebih stabil dan biaya yang lebih terjangkau. Selain untuk usaha, akses internet juga dimanfaatkan untuk pendidikan keluarga dan pembuatan konten promosi di media sosial.
Sebelumnya, masyarakat masih bergantung pada sistem voucher internet dengan biaya tinggi dan kualitas jaringan terbatas.
Di sektor pendidikan, konektivitas digital turut meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru dan siswa kini dapat mengakses materi daring, kelas virtual, hingga informasi beasiswa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Guru Matematika SMPN 4 Praya Barat, Nurahid, mengatakan internet membantu kelancaran proses belajar, termasuk pelaksanaan ujian berbasis digital. Siswa juga memanfaatkan akses internet di sekolah untuk mencari referensi tambahan setelah jam belajar.
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan pun menegaskan Program Kampung Internet memang difokuskan pada penyediaan akses digital yang merata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.
“Fokus akses diarahkan pada UMKM, rumah tangga, dan fasilitas publik di desa yang siap terhubung jaringan fiber optik,” jelasnya.
Selain infrastruktur, Kemkomdigi juga memperkuat pemberdayaan sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan penyerapan tenaga kerja lokal. Melalui skema Telcohub, masyarakat desa dilatih menjadi teknisi dan direkrut oleh penyedia layanan internet.
Hingga 2025, Program Kampung Internet telah menghadirkan 1.282 titik akses di 22 desa, mencakup 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan 6 provinsi, termasuk NTB.
Program ini mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yakni penetrasi broadband rumah tangga 50 persen, jangkauan fiber optik di 90 persen kecamatan, serta kecepatan internet hingga 100 Mbps pada 2029.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!