Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semarang Duduki Peringkat Tiga Kota Paling Toleran se-Indonesia 2025

📅 Sabtu, 25 Apr 2026, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semarang Duduki Peringkat Tiga Kota Paling Toleran se-Indonesia 2025 Doc: Pemkot Semarang
Ket. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat bersama Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dan para tokoh lintas agama.

SEMARANG - Kota Semarang kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia dengan berhasil menduduki peringkat tiga nasional dalam ajang peluncuran Indeks Kota Toleran (IKT) 2025.

Penghargaan bergengsi dari SETARA Institute itu diberikan kepada Wali Kota Semarang yang diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bambang Pramusinto.

"Terima kasih kepada SETARA Institute atas kepercayaan ini sehingga Kota Semarang kembali menjadi bagian dari kota dengan skor toleransi tertinggi di Indonesia," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Jumat (24/4).

Prestasi membanggakan tersebut merupakan hasil penilaian mendalam terhadap 94 kota di seluruh Indonesia yang menjadikan IKT sebagai rujukan nasional dalam menilai kebebasan beragama dan inklusi sosial.

"Bagi kami ini bukan garis akhir, melainkan pengingat bahwa merawat keberagaman adalah kerja yang tidak pernah selesai," katanya.

Capaian tahun 2025 memperpanjang catatan positif Kota Semarang yang terus konsisten berada di papan atas kota tertoleran dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data, Kota Semarang menunjukkan tren yang sangat baik, dimulai dari peringkat 12 pada tahun 2021, melesat ke peringkat 7 pada 2022, masuk ke posisi 5 pada 2023, hingga menduduki peringkat 3 pada tahun 2024.

Konsistensi tersebut, kata dia, mencerminkan komitmen kuat Pemkot Semarang dalam menghadirkan kebijakan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Keberagaman dan toleransi kami ibaratkan seperti bunga yang tumbuh di taman kota. Ia tidak perlu diminta untuk indah, tidak perlu dipuji untuk harum. Ia tetap mekar, memberi warna, dan menghidupkan ruang di sekitarnya," katanya.

"Dan tugas kami adalah memastikan taman itu tetap terawat," lanjutnya.

Ia menekankan bahwa semangat toleransi di wilayahnya bukan sekadar seremoni atau kegiatan formal, melainkan praktik nyata yang hidup di tengah masyarakat.

Kehadiran kebijakan yang inklusif serta perjumpaan yang hangat lintas iman, kata dia, menjadi kunci utama harmoni di Ibu Kota Jawa Tengah terus terjaga dengan sangat baik.

"Di Kota Semarang, toleransi tidak menunggu panggung dan event. Ia hidup di kampung-kampung, ruang ibadah, ruang publik dan laku keseharian warga. Maka penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh warga Kota Semarang," kata Agustina.

Penghargaan diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pihak, mulai dari tokoh agama, komunitas lintas iman, hingga generasi muda, untuk terus berkolaborasi menjaga stabilitas sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.