Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Literasi Keuangan Dapat Digali dari Perpustakaan

📅 Sabtu, 25 Apr 2026, 10:46 WIB | Oleh:
Literasi Keuangan Dapat Digali dari Perpustakaan Doc: ist
Ket. maksimalkan fungsi perpustakaan

JAKARTA -  Keberadaan perpustakaan di daerah perlu dimanfaatkan untuk mempertebal literasi keuangan. Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memanfaatkan perpustakaan untuk meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat Kepri melalui sinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kepri.

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya menyampaikan bahwa perpustakaan merupakan pusat edukasi literasi bagi masyarakat, termasuk untuk literasi keuangan.

“Sinergi lintas sektor ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan konsumen sekaligus mendukung peningkatan kualitas literasi keuangan masyarakat,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Sabtu.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional meningkat menjadi 66,46 persen dan inklusi keuangan mencapai 80,51 persen.

Capaian tersebut perlu terus diperkuat melalui program edukasi yang berkelanjutan di tingkat daerah.

"Peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional perlu kita kawal melalui aksi nyata di daerah. OJK Kepri mengusulkan pengadaan koleksi buku literasi keuangan di Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi sebagai referensi masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan bahwa ini merupakan bagian dari penguatan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) di daerah.

“Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat edukasi agar masyarakat semakin cermat dalam mengambil keputusan keuangan, termasuk dalam mewaspadai risiko pinjaman online ilegal," ujar Sinar.

Sebagai bentuk dukungan konkret, OJK Kepri menyerahkan paket buku literasi keuangan yang memuat panduan praktis pengelolaan keuangan, pemahaman produk dan layanan jasa keuangan, serta edukasi kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan.

Koleksi tersebut akan ditempatkan sebagai pojok literasi keuangan di Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau agar dapat diakses secara luas oleh masyarakat.

Selain penambahan koleksi buku, kolaborasi OJK Kepri dengan DPK Provinsi Kepulauan Riau juga mencakup rencana pelaksanaan pelatihan Training of Trainers (ToT) bagi pustakawan dan mitra DPK.

“Melalui program tersebut, pustakawan diharapkan dapat berperan sebagai penggerak literasi keuangan dan menjadi rujukan awal bagi masyarakat dalam memperoleh informasi keuangan yang benar dan terpercaya,” katanya.

Kepala DKP Kepri Mohammad Bisri menyambut baik inisiatif tersebut dan menyampaikan komitmen untuk mengintegrasikan materi literasi keuangan ke dalam berbagai program edukasi perpustakaan, termasuk melalui penguatan pojok edukasi keluarga.

OJK Kepri berharap sinergi ini dapat mendorong terbentuknya ekosistem literasi yang semakin kuat di Kepulauan Riau, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki minat baca yang tinggi, tetapi juga mampu memahami manfaat dan risiko produk jasa keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.