Forum Praksis ke-19 Bedah Buku Al Makin, Tegaskan Posisi Pemikir Indonesia dalam Peta Filsafat Dunia
📅 Sabtu, 25 Apr 2026, 14:05 WIB | Oleh: Eko SJAKARTA — Forum Praksis ke-19 menggelar diskusi bedah buku karya Prof. Dr. Al Makin berjudul Dari Athena hingga Nusantara: Pengantar Filsafat Dunia tentang Manusia, Nalar, Agama, dan Kekuasaan pada Jumat (24/4/2026). Acara ini menghadirkan langsung penulis sebagai pembicara utama dengan tema “Para Pemikir Nusantara dalam Sejarah Perdebatan Filsafat Dunia”.
Dalam forum tersebut, Al Makin memaparkan bahwa bukunya berangkat dari pertanyaan mengenai posisi pemikir Indonesia di tengah tradisi filsafat global. Ia menyatakan, Indonesia tidak berada di pinggiran, melainkan turut mengambil bagian dalam perdebatan intelektual dunia dengan latar pengalaman sejarah dan kebudayaan yang berbeda.
Buku yang disusun dalam dua belas bab itu mengulas perjalanan filsafat dari berbagai peradaban, mulai dari Yunani dan Romawi, tradisi Islam, hingga pemikiran Timur seperti Cina dan India, serta perkembangan di Eropa modern. Al Makin menjelaskan, keseluruhan perkembangan tersebut dibaca melalui perspektif Indonesia, sehingga menunjukkan bagaimana gagasan global diolah dalam konteks Nusantara.
Ia menambahkan, sejak masa perjuangan kemerdekaan, pemikir Indonesia telah bersentuhan dengan beragam tradisi filsafat dunia sebagai dasar membangun bangsa. Pada periode setelah kemerdekaan, pengaruh tersebut terus berkembang melalui karya sastra, seni, dan diskursus intelektual yang mengadaptasi berbagai aliran seperti eksistensialisme dan postmodernisme.
Diskusi ini juga mengangkat posisi tokoh-tokoh Indonesia, seperti Tan Malaka dan Nurcholish Madjid, dalam kaitannya dengan pemikir dunia seperti Socrates, Lao Tzu, hingga Jürgen Habermas. Forum Praksis menilai pentingnya membangun tradisi intelektual yang tidak semata merujuk pada Barat, tetapi berakar pada pengalaman sejarah dan kebudayaan Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui kegiatan ini, Forum Praksis diharapkan dapat memperluas ruang diskusi filsafat yang lebih kontekstual serta memperkuat kontribusi pemikir Nusantara dalam percakapan intelektual global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!