Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Energi Hijau untuk Tarik Investasi Global

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat komitmen transisi energi melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dengan target tambahan kapasitas pembangkit 69,5 GW, di mana 76 persen berasal dari energi terbarukan.

Potensi Panas Bumi

Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) Ali Ahmudi Achyak menilai energi panas bumi berpotensi menjadi pendorong utama transisi energi nasional.

“Panas bumi bisa menjadi game changer, terutama karena Indonesia memiliki salah satu cadangan terbesar di dunia,” kata Ali.

Menurutnya, panas bumi mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus menekan emisi karbon. Ia juga menyoroti kinerja positif Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang terus meningkat.

“Jika kinerja (bisnis) seperti ini terus dijaga dan diperluas, bukan tidak mungkin transisi energi akan berjalan lebih agresif,” ucap Ali.

Ia menegaskan, potensi besar panas bumi menjadikannya bukan hanya peluang ekonomi, tetapi juga strategi jangka panjang menuju kemandirian energi.

“Dengan potensi besar yang belum tergarap sepenuhnya, panas bumi bukan hanya peluang ekonomi, tetapi juga strategi jangka panjang menuju kemandirian energi yang berkelanjutan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wisatawan Mancanegara Ikut Berbelanja ke Pasar Tanah Abang

20 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...
Luar Negeri
Kedubes Desak Warga AS Ting...

UE Serukan Pembahasan Krisis Migran di Ceuta

50 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
UE Serukan Pembahasan Krisi...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.