Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhan Pastikan TMP di Daerah Tetap Dikelola Pemda Setempat

3 Jumat, 24 Apr 2026, 03:17 WIB | Oleh:
Kemenhan Pastikan TMP di Daerah Tetap Dikelola Pemda Setempat Kemenhan Pastikan TMP di Daerah Tetap Dikelola Pemda Setempat Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Taman Makam Pahlawan Seribu Serpong Tangsel.

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memastikan taman makam pahlawan (TMP) yang ada di daerah akan tetap dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Kemenhan hanya akan mengelola TMP yang sebelumnya dikelola Kementerian Sosial (Kemensos) yakni TMP Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel).

“Taman Makam Pahlawan di daerah-daerah yang itu kan di pemda tingkat satu, pemda tingkat dua, itu kan aturannya di Kementerian Dalam Negeri. Yang kita lakukan (pengelolaan) sekarang adalah yang di Kementerian Sosial,” kata Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Pothan) Kementerian Pertahanan Laksda TNI Sri Yanto di Jakarta, Kamis (23/4).

Sri Yanto menjelaskan pihaknya berupaya menjadi pengelola utama TMP Kalibata karena beberapa alasan, salah satunya agar pengurusan administrasi bisa lebih mudah.

Dia menjelaskan, selama ini Kementerian Sosial aktif mengelola TMP Kalibata dari segi administrasi, sementara secara protokoler di lapangan, petugas TNI dikerahkan untuk menjaga kawasan TMP Kalibata.

Karenanya, pihak Kementerian Pertahanan berupaya mengelola TMP secara penuh agar pengelolaan dari hulu ke hilir bisa lebih mudah. “Biar lebih terintegrasi menjadi satu paket adalah tadi, lebih simplifikasi sehingga nantinya pengelolaannya bisa menjadi lebih terintegrasi dan harapannya ke depannya menjadi lebih baik,” jelas Sri Yanto.

TMP Kalibata

Terkait teknis pengalihan pengelolaan TMP Kalibata, dia menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan pengelolaan secara bersama dengan Kemensos melalui nota kesepahaman atau MoU.

Pihaknya harus menunggu proses pergantian undang-undang soal pengelolaan TMP Kalibata yang sedang berjalan di DPR. Namun demikian, dia mengaku akan butuh waktu lama untuk mengubah undang-undang tersebut di DPR.

“Saat ini masih MoU transisi pengelolaan bersama antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pertahanan. Belum dialihkan penuh,” jelas Sri Yanto. mza/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Uji Publik Calon Anggota KND

30 menit yang lalu | Ones

Nasional
Uji Publik Calon Anggota KND

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Pemerintah Siapkan Stimulus...
Nasional
RUU Perampasan Aset Diminta...
Ekonomi
Perkembangan Inflasi Indone...

Gencatan Senjata Lokal di Kherson Berakhir

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Gencatan Senjata Lokal di K...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.