APBN Harus Dijaga di Tengah Gejolak Global
📅 Jumat, 24 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiIa menjelaskan tekanan fiskal saat ini berasal dari kombinasi kenaikan harga energi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta potensi perlambatan penerimaan pajak akibat melemahnya aktivitas ekonomi.
Kondisi tersebut membuat ruang belanja pemerintah semakin terbatas, terutama karena kebutuhan subsidi dan kompensasi energi cenderung meningkat.
Dalam situasi ini, APBN masih berfungsi sebagai peredam guncangan (shock absorber), namun dengan biaya yang relatif mahal dan ruang manuver yang semakin sempit apabila tekanan global terus berlanjut.
“Secara fundamental, tantangan fiskal kita justru ada pada kualitas daya tahannya, bukan sekadar level defisit. Selama struktur belanja masih didominasi komponen yang kurang fleksibel dan basis penerimaan belum cukup kuat, maka setiap shock eksternal akan cepat menggerus ruang fiskal,” jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!