Hati-hati, Pertambahan Populasi RI Sudah Melampaui Pertumbuhan Warga Dunia
📅 Rabu, 22 Apr 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiDalam kondisi saat ini, Indonesia akan mengalami fase bonus demografi apabila penduduk generasi yang cenderung muda dapat dikelola dengan baik. Sebaliknya, penduduk yang menua akan mengalami penurunan produktivitas.
Oleh karena itu, dia mengingatkan seluruh tingkat pemerintah agar dapat menangani persoalan daya dukung lingkungan yang semakin terbatas seiring peningkatan jumlah populasi.
“Kalau kita pelajari, sebagian bencana bukannya bencana alam saja, tapi bencana karena manusia karena tekanan jumlah penduduk kita. Penduduk makin banyak makin perlu air, makin perlu pangan, makin perlu energi, akhirnya melebihi kapasitas dunia untuk melayaninya. Tapi, kalau saja dunia ini dikelola dengan adil, sebenarnya cukup,” katanya.
Sementara itu, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan kecepatan pertumbuhan penduduk jangan dipandang semata sebagai bonus demografi tetapi harus melakukan persiapan dengan baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jika tidak, pertumbuhan angkatan kerja ( penduduk usia muda) yang tinggi tanpa diimbangi peningkatan kualitas Sumber daya manusia (SDM) akan akan jadi “boncos” demografi,”tegas Esther.
Penciptaan lapangan pekerjaan juga papar Esther harus ditingkatkan dengan melihat tren ketenagakerjaan ke depan. Terkait dengan daya dukung alam, Esther menekankan bahwa ledakan populasi manusia yang terjadi saat ini telah melampaui daya dukung lingkungan (carrying capacity) bumi, menciptakan ketidakseimbangan serius antara kebutuhan manusia dan ketersediaan sumber daya alam (SDA).
Hal yang harus diantisipasi katanya adalah dampak ledakan penduduk terhadap lingkungan, pertama, krisis pangan. “Perubahan iklim yang dipicu pertumbuhan penduduk mengancam produksi pangan global,” kata Esther.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua, degradasi lingkungan. Kerusakan hutan (deforestasi), alih fungsi lahan, dan penurunan kualitas air akibat limbah domestik dan industri. Lalu ketiga pencemaran (polusi). Emisi tinggi dari aktivitas manusia, kendaraan, dan industri mencemari air dan udara.
Keempat jelasnya adalah masalah sosial-ekonomi. “Ledakan penduduk sering menyebabkan kemiskinan, pengangguran, dan munculnya permukiman kumuh,”tutup Esther.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!