Amankan Rantai Pangan, Pasokan Plastik Jadi Sorotan Serius
📅 Rabu, 22 Apr 2026, 20:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pencarian pasokan bahan baku plastik menjadi aspek krusial dalam menjaga kesinambungan produksi industri manufaktur, terutama di tengah volatilitas harga minyak sebagai bahan dasar utama.
Ketergantungan pada impor untuk jenis resin tertentu membuat pelaku industri rentan terhadap fluktuasi nilai tukar dan gangguan rantai pasok global.
Dalam kondisi ini, strategi diversifikasi pemasok dan penguatan sumber domestik menjadi kunci untuk meminimalkan risiko pasokan.
Selain faktor harga dan ketersediaan, tren global menuju ekonomi sirkular turut memengaruhi pola pengadaan bahan baku plastik.
Permintaan terhadap bahan daur ulang (recycled plastic) meningkat, baik karena tekanan regulasi maupun tuntutan pasar yang semakin peduli lingkungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini mendorong pelaku industri untuk tidak hanya mencari pasokan konvensional, tetapi juga berinvestasi pada rantai pasok yang lebih berkelanjutan.
Dengan demikian, proses mencari pasokan bahan baku plastik tidak lagi sekadar aktivitas operasional, melainkan bagian dari strategi bisnis yang menentukan daya saing.
Perusahaan yang mampu mengelola risiko pasokan sekaligus beradaptasi dengan tren keberlanjutan akan memiliki posisi lebih kuat di tengah dinamika industri global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan pemerintah terus bergerak mencari pasokan bahan baku plastik guna menekan dampak kenaikan biaya terhadap harga beras dan gula nasional domestik.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (22/4), menegaskan langkah pemerintah telah berjalan untuk mengatasi keterbatasan pasokan bahan baku plastik yang mempengaruhi sektor pangan.
"Pemerintah tidak diam, tidak menunggu, tapi sedang mencari upaya-upaya tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, relatif problem kekurangan pasokan bahan baku plastik ini bisa diselesaikan dengan baik," kata Ketut.
Ia menyatakan pemerintah tidak tinggal diam dan terus mengupayakan berbagai solusi, dengan harapan dalam waktu dekat persoalan kekurangan bahan baku plastik dapat segera teratasi secara optimal.
Ketut menuturkan koordinasi penanganan persoalan itu dipercayakan kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian guna mempercepat pencarian sumber pasokan alternatif yang dapat menjaga stabilitas harga pangan nasional.
"Kita percayakan dulu kepada teman-teman di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian juga," ujar Ketut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!