Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Agam Butuh 63 Alat Berat Bersihkan Material Bencana Alam

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 16:21 WIB | Oleh:
Pemkab Agam Butuh 63 Alat Berat Bersihkan Material Bencana Alam Doc: ANTARA/Yusrizal
Ket. Satu unit alat berat sedang membersihkan material tanah longsor menimbun badan jalan provinsi menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi tepatnya di Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam beberapa waktu lalu.

Lubuk Basung -- Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat membutuhkan 63 alat berat jenis ekskavator untuk membersihkan material banjir bandang, tanah longsor dan normalisasi sungai dampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam Ofrizon di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan 63 unit ekskavator dibutuhkan untuk Kecamatan Palembayan 16 unit, Palupuh dua unit, Malalak 17 unit dan Tanjung Raya 28 unit.

"Saat ini alat berat tersedia baru 49 unit di empat kecamatan tersebut," katanya.

Ia menjelaskan, di Kecamatan Palembayan membutuhkan ekskavator 16 unit, backhoe loader dua unit dan dump truck enam unit. Sementara tersedia hanya ekskavator 14 unit, boldozer satu unit dan dump truck 16 unit.

Sementara Kecamatan Malalak kebutuhan ekskaavator 17 unit, vibro roller satu unit, loader tiga unit dan dump truck 12 unit. Tersedia ekskavator 17 unit, vibro roller satu unit, loader dua unit dan dump truck 12 unit.

Sedangkan Kecamatan Tanjung Raya kebutuhan ekskavator 28 unit, backhoe loader satu unit dan dump truck enam unit. Namun tersedia ekskavator 18 unit, backhoe loader satu unit, loader satu unit dan dump truck empat unit.

"Khusus di Kecamatan Palupuh kebutuhan ekskavator dua unit dan tersedia baru satu unit," katanya.

Ia menambahkan alat berat tersebut dibutuhkan untuk membersihkan material tanah longsor menimbun badan jalan di empat kecamatan tersebut.

Lalu melakukan normalisasi sungai yang terjadi pendangkalan dampak banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025.

Setelah itu membersihkan material yang menimbun rumah warga dan fasilitas lainnya.

"Saat ini alat berat sedang bekerja dalam membersihkan material dan sempat terganggu akibat bahan bakar minyak jenis bio solar tidak bisa dibeli," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.