Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG Prakirakan Intensitas Curah Hujan di NTB Menurun Sepekan ke Depan

📅 Senin, 20 Apr 2026, 10:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Prakirakan Intensitas Curah Hujan di NTB Menurun Sepekan ke Depan Doc: ANTARA
Ket. Petani menanam padi pada areal persawahan di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (18/4/2026).

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan intensitas curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menurun dalam sepekan ke depan seiring mulai masuk periode musim kemarau.

"Sepanjang periode 20–26 April 2026, cuaca umumnya didominasi cerah berawan hingga hujan ringan," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Andre Jersey, di Mataram, Senin (20/4).

Andre mengatakan, periode hujan pekan ini lebih rendah ketimbang periode pekan sebelumnya yang masih terdapat hujan intensitas lebat.

Pada 20–22 April 2026, BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Nusa Tenggara Barat secara umum cerah berawan hingga hujan sedang dengan suhu udara berkisar antara 24 sampai 34 derajat Celsius.

Potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Bima dan Dompu.

Pada 23–26 April 2026, cuaca secara umum masih cerah berawan sampai hujan ringan dengan suhu udara berkisar 23 hingga 35 derajat Celsius. Hujan ringan berpotensi turun di hampir seluruh daerah Nusa Tenggara Barat, kecuali Kota Bima.

"Angin permukaan bertiup dengan variasi arah dominan dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan maksimum 35 kilometer per jam," ucap Andre.

Secara klimatologis, tren penurunan curah hujan sejalan dengan prediksi BMKG tentang musim kemarau tahun ini yang datang lebih awal. Wilayah Nusa Tenggara yang meliputi NTB dan NTT merupakan daerah di Indonesia yang memasuki musim kemarau paling awal.

Analisa BMKG memperkirakan musim kemarau 2026 memiliki karakter yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang ketimbang kondisi normal. Puncak kemarau di wilayah NTB diprediksi terjadi pada Juli sampai September.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca yang dinamis. Hujan yang masih terjadi dapat bersifat lokal dan disertai angin kencang, sementara di sisi lain periode kering diperkirakan semakin dominan dalam beberapa pekan ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.