Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagaimana Kecerdasan Buatan Dapat Mengoptimalkan Produk Domestik Bruto

📅 Senin, 20 Apr 2026, 04:55 WIB | Oleh:
Bagaimana Kecerdasan Buatan Dapat Mengoptimalkan Produk Domestik Bruto Doc: ist
Ket. optimalkan AI

JAKARTA – Produk domestik bruto dapat dioptimalkan melalui kecerdasan buatan (AI). Lalu bagaimana caranya hal itu bisa ditempuh dalam kenyataan? Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan bahwa adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berpotensi menambah kontribusi hingga 3,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

"Daya saing hari ini tidak lagi ditentukan oleh sumber daya, tetapi oleh kemampuan beradaptasi dengan teknologi, terutama AI," katanya dalam forum “The Power of AI” di Bali, Sabtu (18/4).

"Nilai kini bergeser, bukan lagi soal sumber daya, tetapi kemampuan kita mengelola data menjadi solusi," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian pada Minggu. Meutya menyampaikan bahwa Indonesia bisa memaksimalkan pemanfaatan AI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Data Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-41 dari 198 negara serta masuk dalam kategori A dalam transformasi digital publik, yang mencerminkan kapasitas kuat dalam pengembangan layanan digital. "Indonesia terus memperkuat posisi sebagai kekuatan utama ekonomi digital di Asia Tenggara," ujar Meutya.

Menkomdigi menekankan perlunya percepatan adopsi AI di sektor-sektor strategis. Saat ini, sektor keuangan dan ritel dinilai telah lebih maju dalam penerapan teknologi tersebut. "Kesehatan, pertanian, dan manufaktur harus dipercepat karena di sanalah dampak terbesar bisa kita ciptakan," katanya.

Meutya juga menyoroti pentingnya tata kelola AI yang kuat dan adaptif seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat. "Regulasi AI bukan lagi pilihan, ini kebutuhan yang mendesak dan tidak terhindarkan," katanya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah merampungkan peraturan presiden mengenai peta jalan dan etika AI nasional, yang saat ini menunggu pengesahan. "Peta jalan ini memberi arah yang jelas sekaligus memastikan perlindungan publik dari berbagai risiko AI," katanya.

Pemerintah akan mendorong adopsi AI secara inklusif di berbagai sektor, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.