Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unggas RI Unjuk Gigi di Pasar Global, Nilai Ekspornya Capai Rp18,2 Miliar

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Unggas RI Unjuk Gigi di Pasar Global, Nilai Ekspornya Capai Rp18,2 Miliar Doc: ANTARA FOTO/ Adeng Bustomi
Ket. Peternak memeriksa suhu kandang ayam broiler berusia 11 hari di Dzeta Farm, Desa Margaluyu, Tasikmalaya, Jawa Barat.

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat lonjakan kinerja ekspor komoditas unggas pada 2026.

Produk ayam dan telur Indonesia kini semakin kompetitif di pasar global, ditopang surplus produksi nasional dan strategi ekspansi pasar yang agresif.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari keberhasilan swasembada protein hewani.

“Sekarang ini kita sudah swasembada telur, ayam, beras, dan seterusnya. Nah ini kita dorong ekspor ke negara-negara lain,” ujarnya di Jakarta akhir pekan lalu.

Ia juga menekankan bahwa pasar ekspor terus berkembang. “Sekarang ada 10 tujuan negara langganan ekspor kita,” tambahnya.

Data terbaru menunjukkan, pada Maret 2026 Indonesia mengekspor 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke negara tujuan seperti Singapura, Jepang, dan Timor Leste.

Ekspor tersebut didominasi telur konsumsi sebanyak 517 ton (±8,13 juta butir), sementara sisanya berupa daging ayam dan produk olahan bernilai tambah.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kinerja ekspor unggas menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Tahun 2024 ekspor unggas tercatat sekitar ±300 ton dengan nilai sekitar Rp10–11 miliar. Tahun 2025 meningkat menjadi ±400 ton dengan nilai Rp13–15 miliar. Sementara itu, 2026 (Maret) mencapai 545 ton dengan nilai Rp18,2 miliar.

Tak hanya dari sisi volume, transformasi juga terlihat pada struktur ekspor yang mulai bergeser ke produk olahan seperti nugget dan karaage. Hal ini mendorong peningkatan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing industri perunggasan nasional.

Kinerja ekspor ini ditopang produksi nasional yang kuat. Indonesia saat ini mencatat Produksi daging ayam ras 4,29 juta ton dengan konsumsi setahun 4,12 juta ton. Untuk produksi telur ayam ras 6,54 juta ton dengan konsumsi setahun 6,47 juta ton.

Dengan kondisi surplus memungkinkan ekspansi pasar tanpa mengganggu kebutuhan dalam negeri.

Kementan juga terus memperkuat sistem kesehatan hewan, biosekuriti, dan sertifikasi veteriner guna memastikan seluruh produk memenuhi standar internasional. Diplomasi perdagangan dan pembukaan akses pasar baru juga terus dilakukan untuk memperluas jangkauan ekspor.

Ke depan, Kementan menargetkan ekspor ayam dan telur terus meningkat, baik dari sisi volume maupun nilai, melalui hilirisasi produk dan penguatan industri pengolahan. Langkah ini sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat peternak dan memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global.

Dengan tren pertumbuhan yang konsisten, Indonesia kini tidak hanya swasembada, tetapi mulai menegaskan diri sebagai eksportir unggas yang diperhitungkan di pasar dunia.(ers)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.