Gus Ipul Sulap Gedung STIP Jadi Sekolah Rakyat, Targetkan 30 Ribu Siswa Tanpa Tes Masuk
📅 Minggu, 19 Apr 2026, 18:55 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, meninjau langsung kesiapan fasilitas di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang akan dialihfungsikan menjadi salah satu lokasi Sekolah Rakyat rintisan. Langkah strategis ini merupakan bagian dari perluasan kapasitas program pendidikan non-formal pemerintah yang ditargetkan mampu melayani lebih dari 30.000 siswa di seluruh Indonesia pada tahun 2026.
Dengan mengedepankan metode pembelajaran adaptif tanpa tekanan tes akademik, Sekolah Rakyat di kawasan STIP ini diproyeksikan mulai beroperasi pada awal Mei mendatang setelah melalui tahap renovasi ringan pada fasilitas pendukungnya.
"Selama lebih dari sembilan bulan berjalan hasilnya cukup menggembirakan. Siswa mulai berkembang, dan para guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran tanpa mengandalkan tes akademik," ujar Gus Ipul di Jakarta pada Minggu.
Dalam kesempatan tersebut, Mensos menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat terus menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan pelaksanaan di 166 titik pada tahun sebelumnya, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan, sementara para guru dinilai semakin adaptif dalam mengidentifikasi potensi dan kebutuhan belajar siswa dari berbagai latar belakang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menindaklanjuti arahan Presiden, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat pada tahun ini. Jika sebelumnya mampu menampung hampir 16 ribu siswa, tahun ini ditargetkan lebih dari 30 ribu siswa dapat terlayani, termasuk melalui penambahan sekolah rintisan di berbagai lokasi.
Khusus untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, telah ditetapkan 10 titik sekolah rintisan, termasuk di STIP. Secara keseluruhan, lokasi tersebut diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa, dengan tahap awal sekitar 700 siswa dan tambahan 300 siswa pada pertengahan tahun.
Gus Ipul menegaskan, seluruh proses seleksi siswa dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tanpa mekanisme pendaftaran terbuka. Penjangkauan dilakukan langsung ke keluarga sasaran untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tidak boleh ada titipan atau praktik yang melanggar ketentuan. Semua harus benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan," tuturnya.
Ia juga memastikan bahwa kendala di lapangan relatif minim dan hanya memerlukan perbaikan ringan pada fasilitas pendukung seperti tempat tidur, toilet, dan ruang makan.
"Kita optimistis seluruh persiapan, termasuk renovasi ringan, dapat selesai pada akhir April sehingga kegiatan bisa dimulai awal Mei," ucap Gus Ipul.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Bisma Staniarto, serta Ketua STIP Tri Cahyadi.
Tim teknis menyampaikan dari total 56 bangunan di kawasan STIP, terdapat empat bangunan dan dua fasilitas olahraga yang diizinkan untuk dimanfaatkan sebagai Sekolah Rakyat.
"Untuk tahap awal, kapasitas yang disiapkan sekitar 100 siswa, didukung dua tenaga pembimbing dan 18 tenaga pengajar," ujar Bisma.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!