Bandung Peringati Digelarnya Konferensi Asia Afrika
📅 Minggu, 19 Apr 2026, 18:55 WIB | Oleh: Ilham SudrajatPerbedaan pandangan sempat muncul, terutama dalam sidang Komite Politik, namun para peserta mampu mengatasi perbedaan tersebut melalui dialog dan musyawarah.
Semangat toleransi dan saling menghormati menjadi kunci dalam menjaga kelancaran jalannya konferensi.
Setelah melalui rangkaian sidang selama satu minggu, Konferensi Asia Afrika resmi ditutup pada 24 April 1955.
Hasil utama konferensi ini adalah kesepakatan yang dikenal sebagai Dasasila Bandung, yaitu sepuluh prinsip dasar yang menekankan penghormatan terhadap hak asasi manusia, kedaulatan negara, persamaan derajat, serta penyelesaian konflik secara damai tanpa kekerasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dasasila Bandung kemudian menjadi tonggak penting dalam hubungan internasional dan menginspirasi lahirnya gerakan negara-negara non-blok.
Lebih dari itu, konferensi ini menunjukkan bahwa negara-negara berkembang mampu bersatu dan berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.
Hingga kini, warisan Konferensi Asia Afrika tetap hidup di Kota Bandung. Kawasan Jalan Asia Afrika dan Gedung Merdeka menjadi simbol sejarah yang mengingatkan masyarakat akan peran penting kota ini di panggung global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peristiwa ini tidak hanya menjadi kebanggaan sejarah, tetapi juga sumber pembelajaran bagi generasi masa kini tentang pentingnya persatuan, kerja sama, dan komitmen terhadap perdamaian dunia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!