Pemkab Banyuwangi Bergerak Tata Ulang Pasar Induk Banyuwangi, Nasib Pedagang Jadi Sorotan
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 19:20 WIB | Oleh: Tim PenulisBANYUWANGI – Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi merupakan langkah strategis dalam memperkuat fungsi pasar tradisional sebagai pusat distribusi dan penggerak ekonomi lokal.
Dengan pembenahan infrastruktur, penataan zonasi pedagang, serta peningkatan fasilitas sanitasi dan kenyamanan, pasar diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus menarik lebih banyak konsumen.
Dalam konteks ini, pasar tidak hanya berfungsi sebagai ruang jual beli, tetapi juga sebagai simpul penting dalam rantai pasok pangan daerah.
Dari sisi ekonomi, revitalisasi berpotensi meningkatkan perputaran uang di tingkat lokal serta memperkuat posisi petani, nelayan, dan pelaku UMKM sebagai pemasok utama.
Peningkatan kualitas pasar juga dapat mendorong formalitas usaha, sehingga akses terhadap pembiayaan dan program pemberdayaan menjadi lebih terbuka. Efek lanjutannya adalah penguatan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan terstruktur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, keberhasilan revitalisasi sangat ditentukan oleh pengelolaan pasca-pembangunan. Tanpa tata kelola yang baik, pasar berisiko kembali mengalami penurunan fungsi akibat kurangnya pemeliharaan dan disiplin penggunaan ruang.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola pasar, dan pedagang menjadi kunci agar revitalisasi benar-benar menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai menyosialisasikan tata kelola dan penataan kepada para pedagang yang akan menempati lapak di Pasar Induk Banyuwangi yang saat ini progres revitalisasi mencapai 95 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sosialisasi ini dilakukan sembari menunggu penyelesaian akhir dan penyerahan aset dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ke pemerintah setempat, dan tahap awal dilakukan terhadap puluhan pedagang di zona basah, seperti pedagang daging sapi, ayam, ikan, buah dan sayuran.
"Pasar Banyuwangi tidak hanya difungsikan sebagai pasar rakyat biasa, tetapi juga diproyeksikan menjadi ikon sekaligus destinasi wisata," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno di Banyuwangi, Kamis (16/4).
Menurut dia, secara keseluruhan Pasar Banyuwangi akan dibagi dalam beberapa zona, mulai dari zona basah, zona kering, hingga area kuliner.
Suratno juga menyampaikan para pedagang diperkenalkan dengan kondisi pasar yang baru, sekaligus penataan pedagang ke depan.
Di kawasan pasar, lanjut dia, akan disediakan pula ruang untuk berbagai kegiatan, termasuk agenda dan atraksi festival yang diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat, dan pasar di kawasan kota itu juga akan dilengkapi pusat oleh-oleh, suvenir, serta produk kerajinan khas Banyuwangi.
"Konsep yang baru ini, harapan kami akan berdampak positif pada para pedagang, dan pasar menjadi jujukan warga dan wisatawan Banyuwangi, kami harap pedagang juga mulai mengubah standar kebersihan, higienitas dan perilaku pedagang yang lebih ramah pengunjung," kata Suratno.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!