Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Jabar Gratiskan Layanan Kesehatan untuk Warga Miskin di Kelas 3 Rumah Sakit

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 21:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Jabar Gratiskan Layanan Kesehatan untuk Warga Miskin di Kelas 3 Rumah Sakit Doc: Antara
Ket. Situasi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat di Kompleks Gedung Negara Pakuan, Bandung, Rabu (15/4).

Bandung - Pemerintah provinsi bersama pemerintah daerah se-Jawa Barat, menyepakati kebijakan strategis untuk menjamin layanan kesehatan bagi warga tidak mampu yang belum ter-cover BPJS Kesehatan agar tetap bisa mendapatkan perawatan medis di ruang kelas 3 secara gratis.

Keputusan tersebut menjadi poin krusial yang juga dibahas dan disepakati dalam Musrenbang Provinsi Jawa Barat antara Pemprov Jabar bersama seluruh daerah se-Jawa Barat di Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (15/4), di tengah kabar APBN kini tak membantu lagi pembiayaan peserta BPJS Kesehatan.

"Barusan ditandatangani juga, soal kesehatan ada mereka yang sudah terjamin lewat BPJS, ada mereka yang belum terjamin. Yang belum terjamin tetapi mereka kategori tidak mampu, mau masuk dulu di ruang kelas 3 di rumah sakit tertentu yang ditunjuk, nanti dibiayai oleh Pemprov dan Pemkab serta Pemkot," ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selepas Musrenbang.

Langkah ini, diambil untuk memastikan seluruh rakyat Jawa Barat memiliki keterjangkauan layanan kesehatan tanpa terkecuali.

Selain kesehatan, sektor pendidikan juga menjadi prioritas dalam Musrenbang Provinsi Jawa Barat tersebut dengan target seluruh masyarakat bisa bersekolah minimal hingga tingkat SMA/SMK.

Dedi menjelaskan, ada dua kebijakan utama di sektor pendidikan, yakni pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan pemberian subsidi bagi siswa miskin, baik yang menempuh pendidikan di sekolah negeri maupun swasta.

Di sektor infrastruktur, Pemprov Jabar mewajibkan keselarasan kebijakan anggaran antara provinsi dan kabupaten/kota sebesar 7,5 persen dari APBD. Hal ini bertujuan agar pada tahun 2029, seluruh konektivitas jalan sudah terbangun hingga ke pelosok desa.

"Jadi 7,5 persen dari anggaran infrastruktur dari APBD itu bukan keinginan gubernur, tapi keinginan masyarakat. Tujuannya di 2029 konektivitas sudah terbangun sampai desa, tidak ada lagi jalan-jalan di desa yang buruk," katanya.

Dedi menambahkan, fokus pembangunan infrastruktur ini mencakup jalan, irigasi, dan sarana air bersih dengan tetap berbasis kearifan lingkungan. Ia menekankan pentingnya menjaga keasrian desa, wilayah pesisir, serta pegunungan di tengah dorongan pertumbuhan industri.

"Jangan sampai masyarakat desa mengalami ketertinggalan layanan infrastruktur pemerintah. Mereka berhak untuk mendapat hidup dan infrastruktur yang layak seperti pusat kota," ucapnya.

Melalui integrasi infrastruktur mulai dari pelabuhan, jalan tol, hingga akses jalan warga, Pemprov Jabar optimistis sektor industri akan tumbuh merata dari Depok, Bekasi, hingga Pangandaran, serta dari Cirebon menuju Bogor dan Sukabumi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
 Pertamina Pastikan Stok Pe...
Megapolitan
PLN Bangun Generasi Peduli ...
Ekonomi
Kemenhub Terus Percepat Pem...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.