Padang Pariaman Ingin Memiliki Kampung Nelayan
📅 Rabu, 15 Apr 2026, 06:34 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
PADANG – Belajar dari kesuksesan Ketaping, Batang Anai, guna mewujudkan kampong nelayan di pesisir, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat kembali mengajukan proposal pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Padang Pariaman sangat siap untuk menjadi bagian dari penguatan Kampung Nelayan Merah Putih. Kita punya potensi, data, dan semangat masyarakat pesisir yang tinggi. Tinggal bagaimana kita dorong dengan dukungan pusat,” kata Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat di Parik Malintang, Padang Pariaman, Selasa.
Ia mengatakan Padang Pariaman memiliki potensi besar untuk pengembangan kampung nelayan karena didukung oleh berbagai indikator sehingga pihaknya kembali meminta program tersebut guna meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya nelayan.
Indikator tersebut, lanjutnya mulai dari ketersediaan lahan, keberadaan koperasi desa, jumlah nelayan dan pembudidaya, kelompok usaha bersama (KUB), kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), hingga produksi perikanan serta dukungan sarana prasarana dan akses pasar.
Ia menyebutkan empat nagari atau desa adat yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih kepada KKP yaitu Seulayat di Kecamatan Ulakan Tapakis, Tapakih di Kecamatan Ulakan Tapakis, Pilubang di Kecamatan Sungai Limau, dan Koto Tinggi Kuranji Hilir di Kecamatan Sungai Limau.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyampaikan dirinya telah menemui Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif pada Senin (13/4) untuk menyerahkan proposal permohonan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Padang Pariaman.
Pada kesempatan yang sama, kata dia, pihaknya juga mengajukan proposal bantuan armada penangkapan ikan berupa kapal purse seine untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap dan kesejahteraan nelayan.
Ia merincikan usulan permohonan bantuan tersebut yaitu dua paket kapal purse seine 30 GT beserta alat tangkap dan 1 paket kapal purse seine 50 GT beserta alat tangkap.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rahmat menjelaskan kebutuhan armada dan alat tangkap modern dibutuhkan untuk meningkatkan hasil tangkap sehingga dapat meningkatkan perekonomian nelayan.
Namun, lanjutnya Pemkab Padang Pariaman tidak bisa memberikan bantuan terhadap nelayan karena mengalami keterbatasan fiskal sehingga memerlukan bantuan dari pemerintah pusat.
“Dengan dukungan kapal dan alat tangkap yang memadai, produktivitas nelayan akan meningkat signifikan. Ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!