Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Isu Kelangkaan LPG 3 Kg Picu Panic Buying di Lombok Timur, Pemkab Minta Pertamina Bertindak

📅 Senin, 13 Apr 2026, 16:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Isu Kelangkaan LPG 3 Kg Picu Panic Buying di Lombok Timur, Pemkab Minta Pertamina Bertindak Doc: Antara
Ket. Tabung gas elpiji 3 kilogram milik warga di Lombok Timur Provinsi NTB.

Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat meminta Pertamina untuk mencegah masyarakat panic buying atau membeli secara berlebihan tabung gas elpiji 3 kilogram (Kg) bersubsidi dampak isu kelangkaan gas tersebut.

"Padahal isu kelangkaan tabung gas elpiji bersubsidi tersebut tidak benar adanya," kata Bupati Lombok Timur Haerul Warisin di Lombok Timur, Senin (13/4).

Hal itu disampaikan saat rapat kordinasi bersama Pertamina, agen, dan perwakilan pangkalan gas elpiji guna membahas sulitnya masyarakat memperoleh gas elpiji 3 kg yang menjadi keluhan.

Bupati tidak menampik sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg yang terjadi sejak akhir Ramadhan hingga saat ini dipicu berbagai isu yang menyebabkan masyarakat panik dan membeli secara berlebihan.

Begitu Tim Satgas Elpiji yang telah dibentuk beberapa waktu juga menemukan elpiji 3 kg digunakan tidak sesuai peruntukannya.

"Satgas, di antaranya menemukan pengusaha ayam juga memanfaatkan elpiji tersebut. Masih banyak yang tidak boleh pakai ternyata pakai elpiji 3 kg ini," katanya .

"Sudah jelas pula dicetak pada tabung bahwa gas tersebut untuk masyarakat miskin," katanya.

Bupati juga menyadari pertumbuhan ekonomi Lombok Timur yang disebut tertinggi ke-2 di NTB pada 2025 menyebabkan kemampuan masyarakat meningkat, termasuk dalam penggunaan bahan bakar elpiji ini.

Untuk itu, pihaknya berharap Pertamina bisa melakukan super ekstra dropping elpiji 3 kg untuk menekan panic buying yang terjadi di masyarakat.

"Dropping tersebut dibarengi dengan pengawasan ketat oleh satgas," katanya.

Selain itu, sebagai solusi jangka panjang, Bupati akan mengusulkan kepada kementerian terkait untuk menggunakan data desil untuk pendistribusian tabung gas 3 kg, sehingga tepat sasaran kepada masyarakat miskin.

"Ini salah satu upaya untuk menyelesaikan (clear-kan) distribusi yang tidak tepat," tegasnya.

Ia meminta para agen untuk terus melakukan pendistribusian guna menormalisasi kondisi. Pemerintah daerah juga akan menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan Sales Branch Manager (SBM) Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga.

"Kami mengingatkan agen agar tidak mengurangi jatah untuk pangkalan dan memberikan jatah sesuai peruntukan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Bikin Emak-emak Resah! Harg...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.