IHSG Hari Ini Hijau Terang! Saham Energi Picu Lonjakan di Penutupan Perdagangan
📅 Senin, 13 Apr 2026, 17:40 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan mencerminkan dominannya sentimen positif dari sektor energi di tengah dinamika global.
Kenaikan harga komoditas, khususnya minyak dan batu bara, mendorong kinerja emiten energi sehingga menjadi penopang utama indeks.
Kondisi ini juga memperlihatkan pola rotasi sektor, di mana investor cenderung mengalihkan dana ke saham berbasis komoditas yang diuntungkan oleh ketidakpastian geopolitik dan potensi gangguan pasokan energi.
Di sisi lain, penguatan ini menunjukkan bahwa pasar domestik masih memiliki daya tahan di tengah tekanan eksternal, dengan sektor energi berperan sebagai “safe play” jangka pendek.
Namun, keberlanjutan tren ini tetap bergantung pada stabilitas harga komoditas global serta arah kebijakan ekonomi yang dapat menjaga kepercayaan investor.
Sebaiknya Anda baca juga:
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/4) sore, ditutup menguat 41,69 atau 0,56 persen ke posisi 7.500,19 didorong oleh kenaikan saham-saham sektor energi.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,11 poin atau 0,01 persen ke posisi 746,36.
“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.600," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, IHSG dibuka melemah akibat naiknya kembali harga minyak mentah setelah negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran gagal mencapai kesepakatan, dan Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan laut AS akan memblokade Selat Hormuz.
Kegagalan negosiasi dan blokade Selat Hormuz oleh AS telah meredam harapan untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah dengan cepat, serta berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik dan memicu guncangan energi secara global.
Namun kemudian, pada akhir perdagangan sesi I dan perdagangan sesi II, IHSG berbalik bergerak ke teritori positif, didorong oleh kenaikan saham sektor energi, barang baku, dan dan industri, meskipun terjadi pelemahan pada sektor keuangan.
Dari data ekonomi dalam negeri, data penjualan ritel domestik tumbuh 6,5 persen year on year (yoy) pada Februari 2026 dari sebelumnya 5,7 persen (yoy) pada Januari 2026, atau yang tercepat sejak Maret 2024, didorong oleh kenaikan belanja masyarakat di bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, antara lain akan membahas kelanjutan kerja sama kedua negara, termasuk mengenai penguatan pasokan minyak ke Indonesia di tengah konflik di kawasan Timur Tengah.
Meskipun demikian, dikhawatirkan pembelian minyak dari Rusia juga tetap terkendala apabila jalur pengiriman tetap melalui Selat Hormuz. Selain itu adanya ancaman dampak sanksi Uni Eropa terhadap perdagangan minyak dari Rusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!