Dinkes Lebak: 1.254 Pasien TBC Jalani Pengobatan Selama Januari-Maret
📅 Minggu, 12 Apr 2026, 12:10 WIB | Oleh: Tim PenulisLEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten, menemukan 1.254 pasien positif tuberkulosis atau TBC yang menjalani pengobatan di sejumlah fasilitas kesehatan selama periode Januari sampai Maret 2026.
Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lebak Nining Tilawah di Lebak, Sabtu (11/4), mengatakan pihaknya hingga kini terus bekerja keras untuk mengeliminasi kasus TBC, dimana Indonesia menjadi nomor kedua di dunia setelah India dalam kasus TBC.
Saat ini, menurut dia, penanganan TBC relatif baik dengan pemberlakuan Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga orang yang terduga TBC sudah harus diperiksa karena TBC bagian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Bila di suatu daerah terdapat warga yang kontak langsung dengan penderita positif TBC, maka petugas melakukan pemeriksaan skrining kepada keluarga, teman dekat, maupun kerabat. Jika positif TBC maka menjalani pengobatan.
"Penapisan diterapkan kepada masyarakat yang mengalami batuk lebih dari tiga bulan, sedangkan pasien positif TBC diwajibkan menjalani pengobatan selama 6-12 bulan tanpa putus," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan penemuan kasus TBC selama Januari sampai Maret 2026 sebanyak 1.254 penderita atau 21 persen dari perkiraan positif 5.927 penderita dan tidak ada korban meninggal dunia.
Warga yang positif TBC kini menjalani pengobatan rutin, termasuk pemeriksaan dahak untuk mengetahui kondisi bakteri Mycobacterium tuberculosis hingga tuntas selama 6-12 bulan.
Ia mengatakan penderita TBC bisa disembuhkan total jika mereka disiplin dan mematuhi minum obat selama menjalani pengobatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk itu pihaknya menginstruksikan seluruh petugas puskesmas agar optimal ke desa-desa untuk melakukan pemeriksaan dahak kepada masyarakat yang kontak dengan penderita positif TBC.
Selama ini, menurut dia, tren kasus TBC di daerah selalu menonjol setiap tahunnya, sehingga pemerintah gencar melakukan skrining sebagai langkah memutus mata rantai penularan.
"Kami minta semua petugas puskesmas dengan gencar melakukan skrining pemeriksaan bagi warga yang mengalami batuk hingga tiga bulan. Pemeriksaan warga yang mengalami batuk-batuk dan diambil dahak dan jika positif diobati," katanya.
Ia mengatakan semua pasien TBC diwajibkan menjalani Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai bagian dari diagnosis sebelum menerima pengobatan gratis sesuai standar.
Selain itu pihaknya minta masyarakat agar mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Masyarakat juga diminta menjaga ventilasi rumah, menghindari rokok, alkohol, serta begadang, dan memastikan lingkungan tetap bersih dan sehat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!