Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hari Ini Aktivitas Gempa Gunung Marap Sumbar

📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 14:07 WIB | Oleh:
Hari Ini Aktivitas Gempa Gunung Marap Sumbar Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kota Padang -- 

Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan gempa hembusan dan tremor non harmonik masih mendominasi aktivitas kegempaan Gunung Marapi yang berada di Sumatera Barat.

"Data kegempaan Gunung Marapi didominasi oleh gempa hembusan dan tremor non harmonik," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM Lana Saria melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Padang, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Geologi terkait evaluasi Gunung Marapi periode 16-31 Maret 2026. Dalam laporan itu, instansi terkait menggunakan dua pendekatan yakni pengamatan visual dan instrumental.

Dalam periode evaluasi tersebut, Badan Geologi merekam lima kali gempa letusan (erupsi), 46 kali gempa hembusan, 19 tremor harmonik, 79 tremor non-harmonik, 10 kali gempa low frequency, 14 gempa vulkanik dangkal, 31 gempa vulkanik dalam, 38 kali gempa tektonik lokal, dan 43 kali gempa tektonik jauh.

Sementara, secara visual gunung api yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar tersebut terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-800 meter dari puncak. Kemudian erupsi yang terjadi jarang teramati karena terkendala cuaca yang berkabut.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Maret 2026 tingkat aktivitas Gunung Marapi tetap pad

a Level II (Waspada) dengan sejumlah rekomendasi. Pertama, melarang masyarakat di sekitar Gunung Marapi, pendaki, pengunjung atau wisatawan agar tidak memasuki serta berkegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Marapi.

Kedua, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, bantaran, aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung api itu agar tetap mewaspadai potensi bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

"Jika terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan," imbau dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.