Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPOM Mulai Terapkan Label Nutri-Level pada Produk Pangan

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 18:30 WIB | Oleh:
BPOM Mulai Terapkan Label Nutri-Level pada Produk Pangan Doc: RRI/Zahfa Putri
Ket. Kepala BPOM, Taruna Ikrar

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui konsep rancangan peraturan tentang Informasi Nilai Gizi pada Pangan Olahan yakni dengan menghadirkan sistem pelabelan lebih sederhana, informatif, dan mudah dipahami melalui pelabelan Nutri-Level.

Hal ini dilakukan sebagai respons atas lonjakan prevalensi penyakit tidak menular (PTM), termasuk pada kelompok usia produktif. Nutri-Level diharapkan menjadi alarm nasional sekaligus panduan praktis bagi masyarakat dalam memilih produk pangan yang lebih sehat.

"Karena salah satu indikasi pentingnya, ternyata 73 persen penduduk Indonesia ini meninggal karena penyakit non-infeksi. Dan hampir 11 persen penduduk kita menderita diabetes," ujar Taruna saat ditemui wartawan di gedung BPOM, Jakarta, Rabu (8/4).

Melalui Nutri-Level, BPOM memperkenalkan 4 level atau kategori cakupan klasifikasi gizi. Nantinya isi klasifikasi tersebut akan menggunakan sistem alfabet dan kode warna.

Dari penjelasan itu, disebutkan bahwa label A (warna hijau tua), untuk menunjukkan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) yang paling rendah. Label B (warna hijau muda), menunjukkan kandungan GGL yang rendah.

Label C (warna kuning), mengindikasikan produk yang perlu dikonsumsi dengan bijak. Sementara, label D (warna merah), untuk produk yang konsumsinya perlu dibatasi sesuai kebutuhan atau kondisi kesehatan individu.

Penerapan label Nutri-Level akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari minuman manis hingga nantinya bisa mencakup semua produk makanan dan minuman.

"Kita harapkan di peraturan itu akan semuanya, tapi tahap awal sementara dari produk-produk minuman dulu. Karena selama ini yang paling banyak berhubungan dengan gula, garam, dan lemak itu biasanya yang dari minuman," ucap dia.

Di satu sisi, Taruna menyampaikan bahwa langkah ini masih bersifat sukarela dan akan terus dikembangkan. Yang terpenting, tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat.

"Jadi saya kira ini menjadi perhatian besar kita. Mudah-mudahan keputusan BPOM yang berhubungan dengan Nutri-Level ini bisa bermanfaat untuk masyarakat kita," ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Hari Ini Indonesia Berharap...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.