Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

APBN Terancam Tertekan, DPR Desak Reformasi Subsidi Energi Secepatnya

6 Kamis, 09 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
APBN Terancam Tertekan, DPR Desak Reformasi Subsidi Energi Secepatnya APBN Terancam Tertekan, DPR Desak Reformasi Subsidi Energi Secepatnya Doc: istimewa
Ket. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak reformasi kebijakan subsidi energi harus segera dimulai di tengah situasi Perang Teluk. Lonjakan harga minyak berpotensi memperbesar beban subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga tanpa penyesuaian, ruang fiskal pemerintah dapat semakin tergerus.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengatakan reformasi fiskal perlu segera dilakukan Indonesia lantaran tidak ada satu pun pihak yang mengetahui persis kapan konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel tersebut akan berakhir. "Bila kita bisa melakukan langkah reformasi lebih awal, di kemudian hari pemerintah akan lebih memiliki ruang fiskal menghadapi oil shock," kata Said dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (8/4).

Dia mengatakan subsidi elpiji sebaiknya diarahkan kepada 40 persen penduduk yang berpendapatan rendah atau desil 6 ke bawah. Umumnya, mereka berprofesi sebagai usaha mikro, nelayan kecil, dan buruh tani atau petani kecil.

Menurut Said, program untuk 40 persen rumah tangga yang berpendapatan rendah tersebut bisa dilaksanakan dengan beberapa opsi teknis, yakni data harus akurat serta penerima manfaat dapat menggunakan biometrik. Said menambahkan pemerintah India telah menjalankan sistem Asdhaar berisi nomor identitas biometrik yang langsung terhubung dengan rekening perbankan penerima subsidi.

Said berpendapat keunggulan sistem tersebut sulit dimanipulasi sebab subsidi tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, tetapi penyaluran bantuan subsidi elpiji melalui rekening penerima dan hanya bisa digunakan untuk transaksi membeli elpiji melalui biometrik.

Jaga Konsumsi

Pada kesempatan terpisah, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali meski pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Juda mengatakan pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi guna menjaga daya beli masyarakat dan menahan laju inflasi.

“Resepnya adalah kita harus jaga daya beli masyarakat. Jadi BBM tidak kita naikkan,” ujar Juda dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Hingga kuartal I-2026, Juda menilai kinerja ekonomi Indonesia tetap solid dengan laju pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,4 hingga 6 persen. Hal itu didukung oleh konsumsi domestik yang terjaga, ekspor komoditas seperti batu bara dan harga minyak kelapa sawit (CPO) yang menguat, serta dorongan investasi.

Kinerja penerimaan pajak dan belanja negara juga menunjukkan tren positif. Defisit APBN pun tetap terjaga di bawah ambang batas 3 persen. “Karena belanja subsidinya naik, ini kita kelola supaya belanja yang lain lebih efisien tapi tetap efektif untuk mendorong program-program prioritas. Ada ruang-ruang untuk efisiensi. Inilah yang kita kelola sehingga overall APBN kita masih bisa kita jaga di bawah 3 persen budget defisitnya,” ujar Juda.

Wamenkeu juga menegaskan bahwa berbagai kebijakan fiskal yang diambil telah melalui perhitungan matang, sebagai bagian dari sikap adaptif, koordinasi yang kuat, serta komunikasi yang transparan dalam menghadapi ketidakpastian global.

Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan seluruh kebijakan strategis yang diambil, termasuk menahan harga BBM subsidi hingga akhir 2026 merupakan hasil koordinasi di bawah instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Meski kondisi global tidak menentu, Bendahara Negara itu meminta masyarakat untuk tidak panik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
PBB: Hampir 90 Juta Pengung...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.