Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Berkomitmen Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko di Sektor Keuangan

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 22:25 WIB | Oleh:
OJK Berkomitmen Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko di Sektor Keuangan Doc: RRI/Zahrotin Aljannah
Ket. Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan fungsi governance, risk, and compliance (GRC) di sektor jasa keuangan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika global.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, dalam Forum GRC Pra-Risk and Governance Summit (RGS) 2026 di Jakarta. ia menyebut, forum ini menjadi wadah kolaborasi antara regulator, asosiasi profesi, dan pelaku industri.

Sophia menilai forum tersebut berperan strategis dalam memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju RGS 2026.

“Forum ini tidak hanya menjadi sarana diskusi yang konstruktif, tetapi juga mempererat kolaborasi antara OJK, asosiasi profesi, serta pemangku kepentingan dalam memperkuat penerapan GRC yang berintegritas dan berkelanjutan,” ujar Sophia, Selasa (7/4)

Sophia menyebut sektor jasa keuangan ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tantangan tersebut berasal dari faktor global maupun domestik.

Sejumlah risiko utama yang dihadapi antara lain keamanan siber, disrupsi digital, dan kecerdasan buatan. Selain itu, risiko juga mencakup ketahanan bisnis, sumber daya manusia, perubahan iklim, serta regulasi.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya tingkat ketidakpastian di sektor jasa keuangan. Karena itu, peran GRC menjadi penting untuk memastikan kepatuhan dan memperkuat tata kelola.

Dalam diskusi panel, forum juga membahas transparansi beneficial ownership (BO/UBO). Topik ini mencakup kebijakan, pemanfaatan data, serta peran intelijen keuangan dalam pengawasan berbasis risiko.

Selain itu, forum menyoroti persiapan rangkaian kegiatan menuju RGS 2026. Kegiatan tersebut melibatkan partisipasi asosiasi melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi.

Melalui forum ini, OJK berharap ekosistem GRC semakin kuat dan terintegrasi. Kolaborasi antar pihak diharapkan mampu mendorong praktik tata kelola yang transparan dan berintegritas.

Di sisi lain, OJK mengajak masyarakat memahami fundamental sebelum berinvestasi kripto. Langkah ini ditegaskan dalam pembukaan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 di Jakarta, Selasa.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menekankan pentingnya keseimbangan dalam bertransaksi kripto. Ia menyebut keputusan investasi harus didasarkan pada analisis data yang kuat serta mempertimbangkan peluang ke depan.

"Perdagangan kripto sekarang menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat. Karena itu, OJK terus memperkuat tata kelola dan perlindungan konsumen di sektor ini," ujar Adi.

Ia menilai aset kripto memiliki potensi sebagai masa depan pasar keuangan. Selain itu, sektor ini turut berkontribusi terhadap penerimaan negara dari pajak. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Petakan...
Daerah
Pemkab Karawang Bersama Sej...

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Mau Tujuh Belasan di Istana...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp45.150/...

Pusat Kota Karawang Akan Memiliki Taman

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pusat Kota Karawang Akan Me...
Megapolitan
Di Era Kepintaran Buatan, E...

Ada Apa Kemendagri dan KPK Bentuk Klaster Integritas Pemda?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ada Apa Kemendagri dan KPK ...

Toronto Jadi Ajang Bersama Venus dan Eala  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Toronto Jadi Ajang Bersama ...

Pengadilan Tinggi Jakarta Mulai Sidangkan  Banding Nadiem

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pengadilan Tinggi Jakarta M...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Empat TPU di Kota Semarang Sudah Penuh
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.