Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadin Waspadai Dampak Lonjakan Biaya Produksi

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kadin Waspadai Dampak Lonjakan Biaya Produksi Doc: istimewa
Ket. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang

Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan prinsip kehati-hatian dalam menyikapi dinamika harga komoditas energi dunia yang berdampak pada bahan baku industri, hingga produksi dan distribusi ke masyarakat.

“Pelaku usaha menyikapi penuh kehati-hatian dengan memperhatikan kondisi daya beli masyarakat,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang saat dihubungi di Jakarta, Selasa (7/4).

Seperti dikutip dari Antara, Sarman mengatakan, lonjakan harga komoditas energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dan gas memiliki pengaruh terhadap biaya produksi dan distribusi.

Hal ini, lanjut dia, dikarenakan banyak industri yang masih tergantung bahan baku impor, sehingga kenaikan harga BBM memengaruhi harga logistik dan transportasi.

Selain itu, Sarman menilai pelemahan nilai rupiah juga akan berdampak pada harga bahan baku impor, sehingga peningkatan biaya produksi pun menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari.

“Pelaku usaha otomatis akan akan menyesuaikan harga produksi akibat kenaikan harga logistik/transportasi dan harga bahan baku dengan kenaikan biaya produksi akan mengerek kenaikan harga di tingkat konsumen,” kata Sarman.

“Dengan memperhatikan kondisi daya beli masyarakat dunia saat ini, pelaku usaha masih mencoba mempertahankan harga lama dengan melakukan efisiensi dan margin. Namun, jika berkepanjangan, tentu pelaku usaha tidak akan kuat dan suatu saat akan menaikkan harga produk di tingkat konsumen,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Kadin memandang mitigasi yang penting dilakukan antara lain dengan melakukan inovasi, menekan biaya produksi agar kenaikan di tingkat konsumen tidak naik, dan mempertimbangkan pengurangan volume/ukuran produk demi mempertahankan harga, sehingga tidak memengaruhi daya beli masyarakat.

“Namun, daya tahan pelaku usaha ada batasnya, jika berkepanjangan tidak ada pilihan untuk menyesuaikan harga,” ujar Sarman.

Selain itu, ia menilai penting bagi pemerintah untuk memastikan ketersediaan BBM dan gas dalam negeri dengan baik, sehingga memastikan tidak ada kenaikan harga, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, dan menjaga daya beli masyarakat dengan berbagai program strategis.

“Pemerintah harus mampu menjaga psikologi pasar dan masyarakat menyikapi dampak geopolitik yang penuh ketidakpastian, sehingga perekonomian kita diberbagai sektor tetap produktif,” kata Sarman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Advertisement
bni
Advertisement
astra2
Advertisement
gaia musik festival
Nasional
Festival Golo Koe 2026, Saa...
Daerah
Demi Mengejar Produksi yang...
Daerah
Erupsi Mencapai 700 Meter, ...
Ekonomi
Dorong Kepastian Hukum, Tim...

Gempa Jepang dan Gempa Kolombia

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Gempa Jepang dan Gempa Kolo...
Advertisement
gaia musik festival
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.